Sertu (K) Triya Resky Adriyani Cinta Panahan pada Pandangan Pertama

Anggota Bekang Kopassus ini adalah atlit panahan kebanggaan TNI AD. Lahir di Maros Makassar, 21 Juni 1987, Triya merasa bangga bisa menjadi bagian dari Kowad Kopassus. Sejak remaja dulu dia memang bercita-cita menjadi tentara perempuan.



“Setelah tamat SMA tahun 2005, saya mendaftar Bintara Kodam VII/ Wirabuana. Lalu ikut latihan dan dipusatkan ke Lembang tahun 2006,” kisah ibu seorang putri ini. Di Lembang itulah Triya melihat sosok Yanti yang saat itu sebagai mentornya. Semakin kuat keinginannya masuk Kopassus saat melihat senior-seniornya dengan baret merah. Triya pun mendaftar.

“Saya ikut kecabangan. Masuklah ke Bekang. Di sana salah satu kejuruannya adalah memasak. Saya pilih itu sebab saya suka memasak. Maka setelah mengikuti pendidikan kecabangan Bekang, saya pun masuk Kopassus,” lanjutnya.

Triya sadar bahwa ketika ia memilih tergabung dalam tentara perempuan, berarti dia harus konsekwen dan mentaati peraturan yang ada. Setelah calon Kowad dinyatakan telah memenuhi syarat, mereka harus melalui pendidikan. Mereka dibina dan dibentuk dari pribadi sipil menjadi militer yang siap menjalankan tugas dan harus siap ditempatkan dimana saja. “Di Pusdik Kowad, itu 90% sama dengan apa yang diterapkan dengan anggota laki-laki,” kisah Triya. 

Di awal-awal, semua personil diwajibkan mengikuti semua pelatihan yang ada. Kaderisasi tembak, panahan, dan terjun payung. Semua harus dicoba. Ketika tahun 2010 untuk pertama kalinya ada panahan di Kowad Kopassus, Triya tertarik mencoba. Kebetulan ada perintah untuk mengikuti kaderisasi panahan. Triya pun menjalani perintah itu. “Dari yang semula hanya mengikuti perintah, lama kelamaan malah jatuh cinta sama panahan,” ceritanya. 



Tahun 2013 merupakan tahun yang tak terlupakan bagi Triya. Pertama kalinya dia ikut pelatnas dan langsung mengikuti kejuaraan di luar negeri. Lalu berturut-turut setelah itu prestasinya kian berkibar. Tahun 2015 lalu dia berhasil menempati peringkat 4 Asia (World Rangking Asia) pada kejuaraan Panahan Asia Cup 2015 di Bangkok, Thailand. Triya yang tergabung dalam Timnas Merah Putih turun di nomor individual Compound Women. 

Bagi Triya, perempuan yang tergabung dalam Kowad Kopassus adalah perempuan andal. Tenaga militer perempuan untuk bidang-bidang penugasan tertentu ini sangat dibutuhkan. “Di sini kita mendapat banyak sekali pengetahuan. Hal-hal yang tidak didapatkan di tempat lain. Kita diberi banyak kesempatan. Kowad memiliki banyak keahlian,” ujar Triya. 

Triya yang sehari-harinya menjabat sebagai Bamon Optik Bengjat Pal Kopassus, atau Bintara Montir Optik Bengkel Senjata Peralatan Kopassus, senang karena suami sangat mengerti profesinya. Serka Agung, laki-laki yang dijumpainya saat kaderisasi menembak itu, akan berbagi waktu untuk sama-sama menjaga anak mereka. “Bagaimana pun saya adalah perempuan, seorang ibu, saya tetap harus bicara dengan suami mengenai anak kami dan tugas-tugas rumah tangga,” ujarnya. *

Comments