Saya suka buah ini. Walau saya tidak bisa menyantapnya dengan rakus seperti ketika saya menyantap mangga atau pepaya yang manis ranum. Saya harus sedikit mengernyit karena rasa masamnya, yang walaupun disebut nanas madu tetap saja punya rasa asam.
Saya mengenal buah ini ketika duduk di bangku sekolah, saat ibu saya menyiapkan beberapa potong nanas untuk mencuci mulut sesudah makan. Menurut beliau nanas baik untuk anti oksidan. Ibu membelinya di pasar atau di penjaja buah yang lewat depan rumah. Saya juga sering melihat buah ini di gerobak penjaja rujak. Buah ini memang asik untuk rujak karena rasanya yang segar.
Saat saya jalan-jalan ke Bandung, di sekitaran seberang Kampus UPI banyak terlihat penjaja nanas madu. Mereka bilang itu adalah nanas asli Subang. Subang memang salah satu daerah penghasil nanas.
Tanaman nanas sebenarnya berasal dari Amerika tropis, yakni Brasil, Argentina, dan Peru. Di Indonesia, tanaman nanas telah sangat populer dan banyak ditanam. Daerah penghasil nanas yang terkenal di antaranya Subang, Bogor, Riau, Palembang, dan Blitar.
Berdasarkan data rata-rata produksi tahun 2010-2014, sebanyak 74,44% produksi nenas Indonesia dipasok dari Provinsi Lampung, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jambi.
Lampung memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi nenas Indonesia, yaitu sebesar 33,65% (Gambar 3.4), diikuti oleh Jawa Barat (13,26%), Sumatera Utara (12,00%), Jawa Timur (8,21%), dan Jambi (7,33%), sedangkan provinsi-provinsi lainnya memberikan kontribusi terhadap produksi nenas Indonesia kurang dari 7% . (sumber setjen Pertanian 2015)
Ada yang menyebutkan nanas begitu kondang di tiga kota; Subang dan Bogor (Jawa Barat) serta Palembang (Sumatera Selatan). Nanas khas kota ini terkenal manisnya. Rasa manis itulah yang menjadikan nanas diolah sebagai selai.
Ternyata nanas juga diminimati turis manca negara bahkan kita telah melakukan ekspor besar. Permintaan ekspor yang terbesar adalah dari Iran, Saudi Arabia, Korea Selatan, dan Singapura.
Untuk Bogor, nanas banyak ditanam di kaki Gunung Salak yang memiliki lahan yang cocok ditanami nanas. Kebun nanas di Kota Hujan ini terdapat di daerah Cihideung, Cipelang. Di sini nanas, yang merupakan tumbuhan tahan air, banyak ditanam warga.
Untuk daerah Palembang, bentuk nanasnya besar dengan kandungan air yang lebih banyak. Daging buahnya empuk dan tidak berserat.
Buah yang mengandung banyak vitamin (vitamin B dan Vitamin C) dan kaya akan mineral (fosfor, kalium, magnesium, besi, natrium, dan kalium) memang sangat menyegarkan. Walau rasa asamnya bikin kecut, tetapi anak-anak saya menyukainya.
Buah ini dapat mencegah serangan jantung dan stroke. Bahkan buah nanas juga sering dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan alternatif serta perawatan kecantikan. Hal ini karena nanas mengandung banyak zat gizi dan senyawa yang dibutuhkan tubuh.
Di antara manfaat buah nanas adalah mencegah kanker usus. Kandungan antioksidan dari vitamin C mampu melawan sel-sel kanker di dalam tubuh. Nanas juga bagus untuk elastisitas kulit dan mencegah jerawat.
Nah, mulai rajin menggunakan nanas untuk kesehatan dan kecantikan, yuk*
Nah, mulai rajin menggunakan nanas untuk kesehatan dan kecantikan, yuk*



Comments
Post a Comment