Siapa sudah ke Barcelona dan mengunjungi museum ini? Saya belum, hehe. Namun, membaca tulisan mengenai museum antik ini, saya tergelitik untuk menulis ulang. Siapa tau, ada yang sama seperti saya, kepingin ke sana dan butuh informasi.
katanya, dari Jalan La Rambla, kita akan melihat seorang wanita pegawai museum ini yang nampak berdandan ala aktris Marilyn Monroe. Dari sebuah balkon, ia menyapa dan mengajak orang-orang yang berlalu lalang agar berkunjung.
Ia mengenakan gaun panjang berwarna putih, memakai wig pirang benderang, kacamata hitam, dan senyum lebar berhias gincu merah merona. Menorlah. Tentu saja itu menjadi daya tarik di keramaian pusat turisme La Rambla, Barcelona, Spanyol.
Museum Erotis Barcelona atau Museu de l’Erotica hanya menempati satu lantai dari empat lantai yang ada di gedung. Jadi, tak terlalu besar. Ruangan itu dibagi-bagi dengan sekat, sesuai dengan tema dari ruangan. Masing-masing ruangan menampung benda-benda berbau erotis dan sensualisme dari zaman-zaman dan wilayah dunia berbeda.
Koleksi Raja Alfonso XIII
Pengunjung akan dikenai tarif 9 Euro, termasuk segelas champagne, atau cava, sparkling wine ala Spanyol. Aha, katanya, saat kita masuk ke dalam museum, ada tiga buah manekin perempuan dengan lingerie-nya menyambut kita di area lobi. Disusul dengan potongan foto wanita topless. Uhuuyy.
Ruangan pertama, terdapat koleksi puluhan foto porno jadul. Tanpa sensor! Karena berasal dari abad ke-20, tentunya foto-foto itu cuma hitam putih saja. Ada juga area khusus untuk menayangkan video porno koleksi raja Spanyol, Alfonso XIII, yang hidup pada tahun 1886-1931. Waw....
Rupanya, jaman dulu sudah mengenal film erotis. Tentu saja tanpa suara, hanya musik latar yang sepintas terdengar mirip lagu jenaka dari seri film Charlie Chaplin. Sang raja, Alfonso XIII, konon juga merangkap sebagai produser film porno pertama di Spanyol yang sekaligus menandai dimulainya era pornografi gambar bergerak di negeri itu.
Wisata Edukasi
Ruangan-ruangan berikutnya berisi gambaran seksualitas manusia dari era yang lebih antik, dalam bentuk sejumlah artifak dan lukisan. Ada lukisan-lukisan atau patung-patung Mesir kuno -termasuk Ratu Cleopatra- yang mungkin oleh sebagian orang dianggap mesum, lalu lampu minyak Romawi dengan bagian ujung berbentuk serupa alat kelamin. Ada juga tiruan fresco indah yang menggambarkan aneka pilihan posisi senggama seperti yang terdapat dalam rumah-rumah hiburan malam di kota Pompeii yang terkubur letusan gunung Vesuvius itu.
“Segala macam hubungan seksual bisa ditemukan di shunga atau gambar musim semi (musim semi merupakan eufimisme untuk seks). Penggambarannya diwakili oleh berbagai anggota masyarakat Jepang, seperti samurai, aktor kabuki, geisha, hingga para pemuda yang dimabuk asmara,” bunyi salah satu keterangan menyangkut karya seni erotis dari Jepang. “Shunga pertama berasal dari tahun 1660, dalam bentuk enpon (buku) bernama Yoshiwara Makura. Di dalamnya ada ilustrasi 48 posisi seks,” lanjut keterangan tersebut.
Berkunjung ke tempat ini seperti sebuah perjalanan wisata edukasi tentang evolusi seksualitas dari zaman dulu kala hingga saat ini.
![]() |
| Koleksi film porno hitam-putih milik raja Alfonso XIII dari Spanyol dipamerkan dalam ruangan khusus. Lengkap dengan silsilah keluarga kerajaan |
![]() |
| Sejumlah pernik terkait sadomasokisme. Ada juga novel 50 Shades of Grey yang berkisar soal tema sejenis |
![]() |
| Tersedia teras santai untuk tamu duduk duduk |
Teras Redakan Panas Dingin
Menyaksikan isi museum ini tentu saja membuat panas dingin pengunjung. Untuk meredakannya, pengurus museum menyediakan area santai bagi pengunjung yang sudah panas-dingin itu. Sambil duduk-duduk di sejumlah kursi yang disediakan, pengunjung bisa menonton kartun erotis dari zaman yang sama dengan animasi Mickey Mouse pertama dulu.
Pengunjung juga bisa memandangi lekuk patung Betty Boop, tokoh kartun dari era 1930-an yang dikenal sebagai simbol seks pertama di dunia animasi. Bahkan gambar-gambar tanaman yang terpampang di ruangan santai pun -mulai batang pohon sampai terung dan paprika- sepintas terlihat seperti alat kelamin atau atribut seksual lain. *








Comments
Post a Comment