Jangan jadikan mereka (anak-anak) bahan pelampiasan akan masalah yang tengah kita hadapi. Ingat, anak adalah investasi dan tabungan kita saat di akhirat nanti.
Itu adalah kalimat yang disampaikan oleh Prof Dr KH Hasanuddin AF, MH - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, ketika kami (saya dan rekan saya) menghubunginya via telepon. Ini sudah lama sekali, di Bulan Ramadhan 2015, terkait liputan tentang kekerasan anak untuk majalah tempat saya bekerja. Saya akan menuangkan lagi catatan itu di blog ini.
Prof Dr KH Hasanuddin AF, MH:
Jauhnya lingkungan keluarga dari agama, adalah penyebab timbulnya kekerasan pada anak. Apabila ia memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT yang kuat atau minimal mengetahui apa-apa saja yang menjadi laranganNya, tentu dia urung melakukan tindak kekerasan apalagi terhadap buah hati yang menjadi darah dagingnya sendiri.
Prinsipnya anak itu adalah anugerah dan amanah yang diberikan Allah SWT yang harus kita jaga. Banyak pasangan yang begitu menginginkan buah hati. Maka itu, sayang sekali apabila kita selaku orang yang dipercaya oleh Allah menyia-nyiakan kepercayaanNya dengan melakukan tindak aniaya terhadap anak, hanya demi melampiasakan emosi sesaat.
Bagaimanapun dan seberat apa pun kondisi anak-anak kita, terimalah mereka dengan tangan terbuka. Sayangi, cintai, dan jangan jadikan mereka bahan pelampiasan akan masalah yang tengah kita hadapi. Ingat, anak adalah investasi dan tabungan kita saat di akhirat nanti. Bila di dunia kita melakukan investasi uang sebagai tabungan kehidupan, maka anaklah yang menjadi tabungan untuk menyelamatkan kita dari kesengsaraan di akhirat.
Manusia memang tidak lepas dari rasa khilaf. Untuk itu, apa pun yang pernah kita lakukan sebagai orangtua tunjukan sikap kedewasaan Anda. Minta maaflah bila kita melakukan kesalahan. Jangan sampai sikap keras Anda melukai pikiran mereka dan menjadi bekas yang akhirnya membuahkan trauma. Hal ini tentu bisa menghambat tumbuh kembangnya menjadi anak yang sehat secara jasmani dan rohani.
Maka mulai dari sekarang, marilah bersama-sama apalagi di bulan suci Ramadhan ini. ketuk pintu hati kita. Sucikan pikiran jangan sampai kesalahan yang pernah dilakukan terulang. Ajak anak-anak mendekatkan diri kepada Allah. Insya Allah dengan aura rumah tangga yang dekat dengan agama, patuh terhadap perintah-Nya, hal-hal seperti itu terjauhkan. Mulai dari sekarang stop kekerasan terhadap anak!*

Comments
Post a Comment