Yang Menarik dari Emmanuel Macron Calon Presiden Perancis

Perancis tengah menggelar pemilihan presiden. Dari 11 kandidat, hanya dua yang mampu meraih suara terbanyak: Marine Le Pen dan Emmanuel Macron. Keduanya akan bersaing untuk merebut suara di putaran kedua yang akan berlangsung pada 7 Mei mendatang.






Emmnuel Macron disebut-sebut berhasil meraih perhatian publik. Banyak yang memprediksi bahwa Emmanuel Macron akan memenangkan pertarungan ini. Di putaran pertama, ia meraih 23,7 persen, sementara Le Pen mencapai 21,8 persen. Jika kelak ia terpilih menjadi presiden Perancis mendatang, Macron akan mencatat sejarah baru, di antaranya adalah ia akan menjadi presiden termuda di sejarah politik Perancis modern. Tampan pula.... ;)  Saya melihat masa depan gemilang dari laki-laki mantan bankir ini. 

Macron lahir pada 21 Desember 1977 di Amiens. Ia meraih sarjana filsafat dari Paris Nanterre University dan mengantongi master sebagai Public Affairs di Sciences Po dan lulus dari E École nationale d'administration (ENA) pada 2004. Macron sempat bekerja sebagai inspektur keuangan di Inspectorate General of Finances (IGF), lalu menjadi bankir investasi di Rothschild & Cie Banque.

Emmanuel Macron pernah bekerja dan mendapatkan gaji yang sangat tinggi. Sebelum bekerja sebagai bankir investasi di Rothschild & Cie Banque, Macron bekerja sebagai inspektur keuangan kementrian ekonomi Perancis. Namun, pada tahun 2008 ia memutuskan keluar dari ikatan dinas dengan pemerintah dan harus membayar sekitar 50.000 Euro atau setara dengan 700 juta demi bekerja sebagai bankir.

Macron mengakui bahwa ia bebas dari para politisi. Pada tahun 2016, ia membuat gerakan En Marche! atau Bergerak! Empat bulan kemudian, ia memilih mundur dari pemerimtahan dan kemudian ia mengumumkan jadi calon presiden Perancis. 
Saat melaksanakan niatnya untuk jadi presiden, ia maju sebagai calon independen. Tak satupun partai di baliknya.

Yang menarik dari Macron, sekaligus adalah hal yang sangat ajaib bagi saya, adalah pernikahan dan kisah cintanya. Membayangkan di jaman sekarang masih ada laki-laki baik, kaya, bermasa depan, tampan, dan setia!

Macron jatuh cinta pada gurunya sendiri, ketika ia berusia 15 tahun. Cinta monyet? Tidak! Ia berjanji akan menikahi perempuan itu pada suatu hari. 

"Di usia ke 17, Emmanuel berkata padaku, 'apapun yang kamu lakukan, aku akan menikahimu," kisah sang istri Brigitte Trogneux seperti dikutip Daily Mail. Brigitte telah menikah dan memiliki anak tiga. Usia anak Brigitte bahkan sepantaran dengan Macron.

Macron lalu pindah ke Paris untuk melanjutkan pendidikannya. "Kami saling telepon tiap waktu, kami menghabiskan waktu di telepon berjam-jam," kenang perempuan yang saat ini berusia 64 tahun itu. "Dan pelan-pelan, ia benar-benar meruntuhkan pertahananku, dengan cara yang luar biasa, dengan penuh kesabaran," lanjutnya.

Ketika Brigitte bercerai dari suaminya, ia pun mulai membuka pertahanannya terhadap Macron. Pasangan itu pun menikah pada 2007. Sampai saat ini mereka masih terlihat harmonis, hangat, dan mesra. Brigette memilih tak menggunakan nama belakang Macron.

Brigitte selalu mendampingi sang suami berkampanye. "Saya tidak menyembunyikannya, dia ada di hidupku, selamanya," kata Macron. Saat pidato pada bulan lalu, pasangan itu berciuman di panggung, dan Macron berkata, "saya berutang besar kepadanya karena dia telah berkontribusi dalam hidup saya, membentuk hidup saya seperti sekarang ini. Jika saya terpilih... tidak, jika kami terpilih, dia akan di sini dengan perannya sendiri." 

Uhm. Menarik dan bikin iri, bukan?*