Setelah Macron resmi dilantik sebagai Presiden Perancis (14/5), maka Brigitte Trogneux resmi menjadi Ibu Negara. Jika Macron adalah Presiden Perancis Termuda, sebaliknya Brigitte menjadi Ibu Negara Tertua yang pernah Perancis miliki dan juga Ibu Negara Pertama dengan 7 orang cucu.
Ketika Macron ramai dibicarakan sebagai calon Presiden Perancis dan perhatian dunia tercurah kepada istrinya, saya pun termasuk salah satu yang terpukau dengan sosok perempuan 64 tahun ini. Baik, jangan dulu melihat 'kok bisa ya mendapatkan cinta seorang pemuda dengan beda usia 24 tahun' tetapi lihatlah penampilannya.
Untuk usia itu, Brigitte Trogneux termasuk luar biasa dengan penampilannya yang terlihat enerjik, segar, dan nampak sehat sekali. Tubuh langsingnya membuat saya -mungkin juga banyak perempuan lain- iri. kulitnya masih terlihat kencang. Dia juga masih sanggup menggunakan high heel! Bahkan, ada sebuah foto saat ia menggunakan pakaian renang. Kakinya nampak masih sangat seksi. Kelak, saya akan mencari tahu resep sehat dan seksi ala Brigitte!
Selain penampilannya yang sama sekali tidak nampak seperti usia 64, Brigitte penuh pesona oleh cara berpikir dan dukungannya terhadap suaminya.
Lalu siapakah sebenarnya perempuan beruntung yang sangat dicintai Emmanuel Macron ini?
Di mata teman-temannya, ia adalah sosok yang ramah dan rendah hati. Dia juga punya optimisme tinggi yang menjadi daya tarik tersendiri. "Saya sangat beruntung bisa berbagi ini bersama Emmanuel. Namun soal politik, saya tidak punya banyak pilihan," ujar Brigitte. Sebagai Ibu Negara, dia akan lebih banyak fokus menolong kaum muda yang kurang beruntung.
Brigitte sosok ibu yang penuh perhatian dan cinta. Walau ia sibuk mengajar, tetapi perhatiannya kepada putra-putrinya selalu terpenuhi. Sifat itu ia dapatkan juga dari keluarga besarnya yang sangat melimpahkannya dengan kasih sayang dan disiplin.
Brigitte Trogneux lahir pada 13 April 1953. Ia adalah putra pebisnis sukses di Amiens. Keluarganya mengelola bakeri yang menjual kue-kue dan cokelat. Usaha cokelatnya itu sangat terkenal.
Brigitte Trogneux menikahi seorang banker bernama Andre Louis Auzière, keduanya memiliki tiga anak. Saat ini Brigitte telah memiliki tujuh cucu. Brigitte bekerja sebagai guru. Ia mengajar bahasa Perancis, Latin, juga drama di Amiens, kota kecil di utara Perancis, yang juga merupakan kampung halaman Macron. Pada pertengahan 1990-an, dia menonton akting seorang murid dalam drama berjudul "Jacques and his Master”. Murid itu bernama Emmanuel Macron. Trogneux yang menganggap Macron sangat berbakat, Ia pun memberinya pelajaran tambahan untuk Macron di kelas drama. Dari situ, hubungan keduanya berkembang. “Saya takjub dengan kecerdasan anak ini (Emmanuel Macron),” ungkap Brigitte Trogneux. Usai pertunjukan teater, Macron mencium pipi pembimbingnya yang kala itu berusia 40 tahun, dan jatuh cinta.
Tak disangka Macron jatuh cinta kepadanya. Dua tahun kemudian, Macron melamar Brigitte. Usianya waktu itu 17 tahun dan Trogneux, 42 tahun. "Saat berusia 17 tahun, Emmanuel berkata: ‘Apa pun yang kamu lakukan, saya akan menikah denganmu,'" kisah Brigitte.
Orangtua Macron sempat melarang hubungan mereka, dan meminta Brigitte menjauh. Namun, Macron tetap bersikukuh. Ketika Macron hijrah ke Paris untuk melanjutkan kuliahnya, hubungan mereka malah bertambah erat. Macron meyakinkan Brigitte akan kesungguhannya.
Kisah cinta itu bertahan terus. Brigitte akhirnya menceraikan suaminya, Andre Louis Auziere pada 2006. Dia menikahi Macron setahun kemudian pada 20 Oktober 2007. “Cinta menuntun saya pada sebuah perceraian. It was impossible to resist him,” ungkap Brigitte kepada majalah Paris Match di tahun 2016. Brigitte Trogneux kemudian pindah ke Paris dan lanjut mengajar. Namun di tahun 2015, ia berhenti dan berfokus pada karier suaminya yang saat itu menjadi Menteri Keuangan Perancis.
Sebelum menikahi Brigitte, Emmanuel memastikan kalau ketiga anak-anak Brigitte; Sebastien, Laurence, and Tiphaine, merestui hubungannya dengan Brigitte.
Brigitte Trogneux memiliki peran penting dalam kampanye suaminya untuk menjadi seorang presiden. Dalam wawancaranya bersama Paris Match, Brigitte mengatakan bahwa setiap malam mereka berdiskusi bersama. “Saya harus memerhatikan segala hal, semaksimal mungkin untuk melindungi Emmanuel.” Bahkan ketiga anak-anak Brigitte ikut mendukung langkahnya.
Menurut laporan The Telegraph, Brigitte telah dibandingkan dengan mantan First Lady Michelle Obama karena perannya dalam mendukung suami. Kini Emmanuel Macron berencana untuk memperluas peran Brigitte sebagai First Lady Prancis. Ia bahkan akan meresmikan status seorang First Lady di Prancis.
“Ia akan memiliki eksistensi, Brigitte akan memiliki suara dan memiliki pandangan terhadap berbagai hal. Ia akan selalu berada di samping saya seperti sebelum-sebelumnya, tetapi ia juga akan memiliki peran untuk publik,” ungkap sang suami, Presiden terpilih Perancis, Emmanuel Macron.
Berkat pengaruh dari Brigitte, Emmanuel mendeskripsikan dirinya sebagai seorang feminis dan berjanji untuk mempertahankan gaji yang setara dan cuti hamil bagi para perempuan (laporan The Telegraph). Selain itu berdasarkan laporan BBC, Emmanuel juga menyatakan bahwa setengah dari kandidat yang mencalonkan diri sebagai anggota partainya, En Marche (On The Move), adalah perempuan pada pemilihan Majelis Nasional pada bulan Juni 2017 mendatang.
Saya rasa Brigitte Trogneux -ia yakin tak ingin menggunakan nama belakang suaminya- akan menjadi sosok perempuan yang diidolakan. Bukan karena ia istri seorang presiden termuda Perancis, tetapi karena pesonanya yang sungguh memikat.*



Comments
Post a Comment