Di pulau tandus ini masyarakat sekitar sering melihat gadis berbaju putih dengan wajah pucat menahan sakit dan sedih. Dia berkeliaran menyusuri pantai dengan suaranya tangisnya yang menyayat. Mereka meyakini itulah penampakan dari hantu Kathleen Bightsyang.
Karamnya Kapal Nottingham Calley
Penyelamatan akhirnya datang setelah 24 hari kapal karam. Mereka yang tersisa dibawa dan diamankan di Portsmouth.
Kisah Kathleen, Istri Penjaga Mercusuar
Kisah lainnya -di seratus empat puluh tahun kemudian- menambah daftar seram pulau ini.
Boon Island Menyimpan Misteri
![]() |
| Boon Island doc. D'Entremont |
Pulau yang luasnya hanya sekitar 400 meter persegi itu adalah pulau tandus yang berbatu. Terletak sekitar 6 mil dari Maine Coast, Town of York. Karena berada 14 meter di atas permukaan laut, pulau ini menjadi pulau yang rawan dan juga berbahaya bagi kapal-kapal yang merapat.
Meskipun rawan dan berbahaya, sebenarnya pulau ini sangat indah saat matahari memancar terik. Sinar matahari itu memantulkan cahaya air laut yang berkilauan, sehingga pulau ini seakan dikelilingi oleh banyak cahaya kemilau. Panorama yang sangat memukau. Juga saat senja turun dan sinar matahari nampak kemerahan, pantulan cahaya merahnya terbias di permukaan laut.
Sebuah mercusuar menjulang setinggi 133 meter berdiri di pulau tanpa penduduk itu. Jika dilihat dari lepas pantai Kittery, Maine, mercusuar itu nampak indah, bahkan jika dilihat dari penjuru daerah di sekitar pulau. Mercusuar itu dibangun pada tahun 1799 dan menjadi yang tertinggi di New England. Sayangnya, sebuah kejadian di masa lalu membuat pulau itu terkesan mengerikan. Terutama karena sampai saat ini masyarakat sering melihat dan mendengar hal-hal yang aneh.
Karamnya Kapal Nottingham Calley
The Galley Nottingham (atau kapal Nottingham Calley) sedang dalam perjalanan dari Inggris ke Irlandia, lalu kemudian ke Boston, ketika menabrak Boon Island saat hujan es di bulan Desember 1710. Kapal pun pecah. Sebelum kapal karam, 14 orang yang berada di dalam kapal berusaha menyelamatkan diri. Mereka merangkak menaiki batu-batu licin dan berkali-kali tergelincir sepanjang 300 – 700 kaki. Mereka pasrah ketika menduga bahwa seluruh pulau akan tertutup air dan mereka tenggelam di malam pertama mereka terdampar di sana.
Para penumpang membuat tenda darurat dari kain layar sebagai tempat berlindung di atas bebatuan tajam. Berhari-hari terdampar tanpa ada yang dimakan atau diminum. Mereka terus berjuang untuk hidup. Seorang bernama Christopher Langman berhasil membunuh camar yang dimakan mentah-mentah karena tidak ada kayu dan api.
Di hari berikutnya, tak ada camar yang bisa ditangkap atau apa pun untuk dimakan. Satu persatu penumpang mulai tak berdaya. Salah seorang juru masak kapal akhirnya meninggal, disusul dengan meninggalnya seorang tukang kayu kapal. Dalam keadaan yang serba kelaparan dan perut tak bisa lagi menunda untuk bertahan, semua mulai putus asa dan nekat. Melihat dua mayat tergeletak di depan mereka, Kapten John Deane akhirnya gelap mata. Dia memotong daging si tukang kayu kapal menjadi irisan tipis dan dibungkus dengan rumput laut untuk santapan mereka. Sementara kepala, tangan, kaki, dan perut, dikuburkan di laut, seperti cerita yang ditulis oleh D'Entremont.
Setiap ada yang mati adalah saat untuk mengisi perut. Penumpang yang tersisa berusaha untuk menyelamatkan diri, di samping tak ingin menjadi santapan kawan-kawannya. Ada dua orang yang tenggelam di laut saat berupaya menyelamatkan diri dengan rakit yang terbuat dari kayu pecahan kapal menuju daratan, ke pulau terdekat dari Boon Island. Selama 3 minggu terdampar, semua penumpang berubah menjadi mengerikan dan kanibalisme pun terjadi.
Penyelamatan akhirnya datang setelah 24 hari kapal karam. Mereka yang tersisa dibawa dan diamankan di Portsmouth.
Kisah Kathleen, Istri Penjaga Mercusuar
Peristiwa karamnya The Galley Nottingham dan terjadinya kanibalisme terhadap sesama penumpang selama terdampar di Boon Island, menjadi cerita yang mengerikan. Boon Island akhirnya dipandang sebagai pulau menyeramkan. Tak ada yang berani singgah atau bahkan melewati pulau ini. Pada tahun 1799 sebuah mercusuar dibangun untuk menghindari kecelakaan bagi kapal-kapal yang lewat di sekitar pulau.
Kisah lainnya -di seratus empat puluh tahun kemudian- menambah daftar seram pulau ini.
Penjaga mencusuar Boon Island (tak pernah diketahui namanya) menikahi wanita setempat bernama Kathleen Bightsyang. Mereka pun tinggal di pulau itu, hidup sebagai sepasang suami istri yang kesehariannya menjaga mercusuar. Suatu ketika, penjaga mercusuar jatuh sakit. Bersamaan dengan itu badai besar menerjang Boon Island. Cuaca begitu buruk, si penjaga mercusuar dan istrinya terjebak di dalam mercusuar tanpa bisa ke mana-mana, bahkan untuk mencari makanan di daerah sekitar pulau atau berobat. Kathleen berusaha merawat suaminya dengan segala keterbatasan. Badai yang berlangsung terus menerus membuat penjaga mercusuar tak bisa bertahan. Dia pun meninggal.
Kathleen harus menghadapi kenyataan ditinggal suami tercinta dalam situasi yang sangat buruk. Mayat suaminya dibiarkan terbaring di kasur, sementara dia berusaha menyelamatkan diri dari terjangan badai. Terseok-seok dia menaiki 168 anak tangga mercusuar. Tubuhnya lemah karena lelah dan kelaparan. Tapi akhirnya dia berhasil menyalakan lampu mercusuar. Dia menggelosor lemah dan menunggu pertolongan tiba. Lima hari ia bertahan dengan tubuh kedinginan dan tak ada yang bisa dimakan. Konon Kathleen sempat pingsan.
Warga di sekitar pulau yang menyadari lampu mercusuar terus menyala memutuskan untuk mendatangi pulau itu dan mengeceknya. Saat mereka datang, Kathleen sudah siuman, namun mengalami depresi hebat. Dia sedih karena ditinggal suami, trauma karena badai, dan sangat kelaparan. Konon Kathleen terus dihantui trauma yang membuatnya menjadi gila.
Sampai saat ini warga setempat di sekitar pulau serta nelayan yang melewati pulau itu sering mendengar suara wanita menangis. Suara raungan kesakitan dan ketakutan yang menyayat setiap malamnya. Malahan pada cuaca buruk, terutama saat badai menerjang, masih sering terdengar suara Kathleen berteriak minta tolong. Beberapa nelayan juga pernah mendapati sosok wanita muda berbaju putih berkeliaran sekitar pulau dengan wajah yang pucat dan sedih. Ini sering dikaitkan dengan Kathleen. Hantu Kathleen bergentayangan mengelilingi pulau!
Cerita lain dari penjaga pantai yang bekerja di dekat pulau, dia melihat lampu mercusuar tiba-tiba padam sendiri, padahal tak ada siapa-siapa yang berjaga di sana. Juga kerap terdengar suara pintu menara yang terbuka dan tertutup. Begitu juga dengan penjaga yang bertugas di sana, dia sering merasa diawasi, terutama ketika harus ke luar untuk menyalakan klakson kabut. Sejak bertugas di Boon Island, para penjaga akhirnya menggunakan jasa paranormal untuk menenangkan keadaan yang menakutkan.*
Baca juga:
- Misteri Gedung Putih Hantu Lincoln Ada di Lorong Lantai Dua
- Highland Tower Ada Perempuan Cantik dengan Uang Berlumur Darah
Baca juga:
- Misteri Gedung Putih Hantu Lincoln Ada di Lorong Lantai Dua
- Highland Tower Ada Perempuan Cantik dengan Uang Berlumur Darah




Comments
Post a Comment