Kita tidak merasa asing dengan sedotan atau pipet. Beberapa orang malah memiliki kebiasaan minum dengan menggunakan sedotan. Saat ini sedotan atau pipet yang kita temui kebanyakan terbuat dari plastik dan berwarna-warni. Harga sedotan bisa dibilang murah. Namun, tahukan Anda, bahwa sedotan sebenarnya telah ada sejak beratus tahun lalu dan terbuat dari emas?
"Sedotan kertas menemui masa kematiannya perlahan-lahan di tahun 1960-1970an," kata David Rhodes, manajer di Aardvark Paper Drinking Straw, sebuah perusahaan sedotan kertas. "Di pertengahan tahun 70-an, mereka semua hilang."
Pada sekitar tahun 1961, sedotan plastik mulai dikenal di Ohio pada 1940. Pembuatnya saat itu, membuat sedotan dari kaca dan gagal, sehingga temuannya berubah menjadi sedotan plastik.
Penemuan selanjutnya dikembangkan 40 tahun kemudian di San Francisco. Adalah Joseph B. Friedman yang terinspirasi untuk membuat sedotan saat menyaksikan putrinya kesulitan menikmati milkshake dari gelas tinggi. Dia masih kesulitan meskipun sudah dibantu dengan sedotan yang lurus. Dia pun mengakali sedotan lurus ini dan membuatnya jadi bengkok. Sedotan tipe ini dipatenkan pada 1937. Sedotan ini pun terkenal dan masih digunakan sampai saat ini.
Jika saat ini kita masih melihat adanya sedotan kertas selain sedotan plastik, itulah tren. Seperti halnya fashion, sedotan juga mengalami perputaran model.*
Selain acara minum bisa menjadi lebih nikmat untuk beberapa kesempatan, sedotan sedotan juga dianggap bermanfaat untuk kesehatan gigi. Sedotan dapat membantu menurunkan kerusakan gigi karena asam yang disebabkan minuman berkarbonasi. Sedotan akan membantu mengalirkan cairan minuman langsung ke kerongkongan tanpa mengenai gigi.
Benda panjang berwarna-warni ini sangat tidak asing. Bahkan sedotan telah ada sekitar 2000-3000 Sebelum Masehi. Sedotan ditemukan dalam sebuah makan milik orang Sumeria di Irak. kala itu, sedotan yang ditemukan dibuat dari emas dan batu berharga lainnya.
Melansir Witty Feed, sedotan pertama yang ditemukan ternyata digunakan untuk minum bir. Kemungkinan besar, sedotan dipakai untuk menghindari berbagai produk padat hasil fermentasi yang mengendap di bagian bawah. Dalam perkembangannya, sedotan dibuat dari berbagai bahan, termasuk rye grass. Sementara itu warga Argentina dan sekitarnya juga membuat sedotan yang disebut sebagai bombilla.
Benda panjang berwarna-warni ini sangat tidak asing. Bahkan sedotan telah ada sekitar 2000-3000 Sebelum Masehi. Sedotan ditemukan dalam sebuah makan milik orang Sumeria di Irak. kala itu, sedotan yang ditemukan dibuat dari emas dan batu berharga lainnya.
Melansir Witty Feed, sedotan pertama yang ditemukan ternyata digunakan untuk minum bir. Kemungkinan besar, sedotan dipakai untuk menghindari berbagai produk padat hasil fermentasi yang mengendap di bagian bawah. Dalam perkembangannya, sedotan dibuat dari berbagai bahan, termasuk rye grass. Sementara itu warga Argentina dan sekitarnya juga membuat sedotan yang disebut sebagai bombilla.
Kemduain sedotan dibuat dengan bahan kertas. Saat itu, Marvin Stone, sang penemu sedotan kertas, sedang menggulung-gulung pinsil dengan selembar kertas sambil menikmati minuman mint. Lalu dia mengoleskan lem di antara gulungannya dan menikmati minumannya dengan gulungan kertas itu. Marvin mematenkan temuan sedotan kertasnya pada 1888.
"Sedotan kertas menemui masa kematiannya perlahan-lahan di tahun 1960-1970an," kata David Rhodes, manajer di Aardvark Paper Drinking Straw, sebuah perusahaan sedotan kertas. "Di pertengahan tahun 70-an, mereka semua hilang."
Pada sekitar tahun 1961, sedotan plastik mulai dikenal di Ohio pada 1940. Pembuatnya saat itu, membuat sedotan dari kaca dan gagal, sehingga temuannya berubah menjadi sedotan plastik.
Penemuan selanjutnya dikembangkan 40 tahun kemudian di San Francisco. Adalah Joseph B. Friedman yang terinspirasi untuk membuat sedotan saat menyaksikan putrinya kesulitan menikmati milkshake dari gelas tinggi. Dia masih kesulitan meskipun sudah dibantu dengan sedotan yang lurus. Dia pun mengakali sedotan lurus ini dan membuatnya jadi bengkok. Sedotan tipe ini dipatenkan pada 1937. Sedotan ini pun terkenal dan masih digunakan sampai saat ini.
Jika saat ini kita masih melihat adanya sedotan kertas selain sedotan plastik, itulah tren. Seperti halnya fashion, sedotan juga mengalami perputaran model.*
