Digital Credit Protection untuk Pengusaha dan Profesional

Kabar baik untuk para pengusaha kecil. Kini ada program asuransi jiwa kredit yang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan keamanan. Selama periode angsuran pinjaman, para pengusaha kecil juga mendapatkan proteksi dari risiko tidak terduga. 


erinpost



Kabar baik itu dipersembahkan oleh Zurich Topas Life (ZTL) yang meluncurkan Digital Credit Protection. Untuk program ini, ZTL bekerjasama dengan Investree, perusahaan teknologi keuangan (fintech) terkemuka di Indonesia.

Pinjaman yang diambil oleh pengusaha mikro maupun profesional biasanya memiliki risiko dan ketergantungan yang lebih tinggi pada individu peminjam dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar. Akses ke layanan keuangan terutama asuransi sangat penting bagi mereka, ditambah adanya kebutuhan agar industri asuransi mampu berjalan dengan baik, mengurangi tingkat ketidakpastian, dan mengubahnya menjadi risiko yang dapat dikendalikan. Itu sebabnya mengapa proteksi finansial berperan penting untuk pengusaha mikro dan profesional.

Kondisi inilah yang membuat Zurich Topas Life ingin memperkuat komitmen membantu masyarakat Indonesia dalam memahami dan melindungi diri dari risiko. "Digital Credit Protection dirancang khusus untuk pengusaha mikro dan profesional untuk menjaga masa depan finansial serta membantu mereka untuk fokus pada pertumbuhan bisnis dan menjalani aktivitas profesional mereka dengan pikiran yang tenang. Kami sangat bangga atas kerja sama ini karena ini juga merupakan kolaborasi pertama di Indonesia yang dilakukan antara penyedia asuransi jiwa dan perusahaan fintech P2P lending,” ujar Peter Huber, Presiden Direktur Zurich Topas Life.

Keputusan Zurich Topas Life untuk bekerjasama dengan Investree adalah bagian dari rencana yang strategis. Profil Investreesebagai platform pinjaman yang aman bagi pengusaha dan individu adalah salah satu dari kunci kerja sama ini. Bisnis Investree telah tumbuh hampir 200% sejak mulai beroperasi pada Mei 2016, dengan total pinjaman dicairkan senilai Rp 108miliar. Sekitar 90% dari dana tersebut dialokasikan untuk UMKM dan sisa 10% lagi untuk para karyawan dan individual dari perusahaan yang bekerja sama dengan Investree.

“Kami memastikan bahwa individu dan pengusaha di Indonesia dapat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengakses pinjaman dengan cara yang lebih mudah dan aman. Indonesia adalah negara besar dengan ekonomi yang menjanjikan dan jumlah populasi dengan usia produktif yang tinggi, namun kita juga menghadapi tantangan dalam mewujudkan inklusi keuangan. Akses ke pendanaan alternatif tidak hanya dapat membantu mereka mengamankan tujuan finansialnya, tetapi juga dapat mengurangi disintermediasi keuangan yang juga akan membantu pengembangan sektor keuangan secara keseluruhan,” ucap Adrian Asharyanto Gunadi, Co-Founder dan CEO Investree.

Digital Credit Protection juga menyasar pengusaha muda dan profesional. Sehingga program ini bukan sekadar bisnis tetapi juga misi sosial. "Kami ingin terlibat langsung dan menawarkan intelligent protection yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Tidak hanya untuk mengamankan pinjaman mereka, tetapi juga untuk mengurangi risiko, melindungi aset, dan juga mendukung ekosistem kewiraswastaan dan kegiatan ekonomi di Indonesia. Ini adalah bagian dari komitmen kami sebagai penyedia asuransi dalam mewujudkan inklusi keuangan nasional,” tutur Peter.


Digial Credit Protection tersedia dengan produk utama Investree, yaitu pinjaman karyawan dan tagihan pembiayaan untuk pengusaha. Digital Credit Protection dilengkapi dengan berbagai macam manfaat termasuk cakupan yang berjangka hingga 70 tahun, tarif premium tetap selama periode asuransi dan pertanggungan total yang bernilai sampai dengan Rp 100 juta.*