Julukan yang melekat pada dirinya adalah enfant terrible, anak nakal di lingkungan kaum bangsawan. Jatuh bangun dalam kisah cinta serta penolakan dalam keluarga, membuatnya bangkit dan mengabdikan dirinya dalam kegiatan-kegiatan sosial.
Saya menyukai sosok 'gadis bandel' ini. Tentu bukan karena kebandelannya, tetapi di saat semua orang menuduhnya badung, ia malah mampu menunjukkan kebaikan dan ketulusannya terhadap banyak orang. Update-an terakhir belum saya dapatkan kecuali tentang kegiatan sosialnya. Ibunya memanggilnya dengan nama kesayangan ‘anak liar’. Hidupnya lumayan pelik dengan banyak sekali masalah. Desas-desus terdengar bahwa dialah yang mengemudikan mobil yang menyebabkan kecelakaan dan menewaskan ibunya pada 13 September 1982.
Bangkit setelah Kematian Sang Ibu
Lahir dengan nama lengkap Stéphanie Marie Elisabeth Grimaldi, di Monako pada 1 Februari 1965. Anak bungsu dari pasangan Grace Kelly dan Rainier III memiliki banyak kebisaan. Dia bisa menyanyi, mendesain pakaian renang, pernah menjadi model, dan pemain sirkus.
Memulai pendidikannya di Dames de Saint-Maur, sebuah sekolah Katolik swasta di Monako, Stephanie melanjutkan pendidikannya di Ecole & College Dupanloup, Paris, Perancis. Perempuan cerdas ini sangat fasih berbahasa Perancis, Monegasque, Inggris, dan Italia.
Di sekolah, ia belajar tari klasik dan piano. Sementara saat bersekolah di Paris, dia mengembangkan minat dalam senam dan berpartisipasi dalam olahraga dari tahun 1974 hingga 1979. Stephanie menyukai olah raga renang, ski air, dan sesekali bermain ski menuruni bukit.
Pada saat kecelakaan mobil yang menewaskan ibunya itu, ia dan ibunya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah mereka di Rocagel, Prancis. Namun ada rumor yang mengatakan bahwa Putri Gracelah yang mengemudikan mobil Rover itu, dan Stephanie adalah penyebabkan ibunya mengalami stroke mendadak saat sedang menyetir. Mobil Rover yang dikendarainya jatuh ke jurang di jalanan berkelok dekat istana. Stephanie tidak dapat menghadiri pemakaman ibunya karena cedera. Selama bertahun-tahun pula ia menolak berbicara tentang kecelakaan itu. Pada tahun 1989, ia memberikan wawancara di mana dia membantah bahwa dia telah mengemudi mobil.
Stephanie merasa harus bangkit dari trauma masa lalu. Lewat kebisaannya mendesain, dia pun magang di rumah mode Christian Dior. Pada 1985-1987 Stephanie merancang koleksi pakaian renang dan pakaian renang di bawah nama 'Renang Posisi ". Stephanie juga memiliki karir bernyanyi. Pada tahun 1986, dia merilis single ‘Ouragan’ di Perancis, dan telah terjual lebih dari 2 juta kopi. ‘Ouragan’ menjadi salah satu single terlaris di Perancis sepanjang masa.
Petualang dan Kisah Cinta
Lahir sebagai bungsu dari tiga bersaudara, Stephanie telah membuat keluarga besar kerajaan pusing. Berbagai affair dan petualangannya konon telah membuat ayahnya putus asa. Pada usia 16 tahun ia mulai membuat affair dengan Paul Belmondo, anak bintang film Prancis Jean-Paul Belmondo. Berikutnya berbagai kisah cinta dan petualangannya bertebaran memenuhi surat kabar.
Pada tahun 1992, Stephanie mulai menjalin hubungan dengan pengawalnya, Daniel Ducruet. Mereka memiliki dua anak. Louis Robert Paul Ducruet, lahir November 26, 1992 dan Pauline Rahmat Magui Ducruet, lahir 4 Mei 1994. Kedua anak-anak termasuk dalam garis suksesi tahta Monako ketika orang tua mereka menikah pada 1 Juli 1995. Namun pasangan itu pun bercerai. Jean Raymond Gottlieb adalah kekasihnya pada tahun 1993. Pada tahun 2001, Stephanie mulai menjalin hubungan dengan Franco Knie, pelatih gajah.
Kegiatan Sosial Belajar dari Sang Ibu
Putri Stephanie tahu bahwa dia tidak akan selamanya berkelana dengan petualangannya. Dia pun mengabdikan diri dalam berbagai kegiatan sosial hingga saat ini. Perhatiannya terhadap kegiatan sosial sebenarnya telah tumbuh sejak ia kecil. Belajar dari ibunya yang aktif dalam penanggulangan penyakit AIDS dan dunia seniman, Stephanie pun mendirikan sebuah LSM AIDS Monaco, tahun 2004.
Banyak orang yang hidup dengan menghadapi diskriminasi HIV, membuat Stephanie berkomitmen untuk membantu penderita Aids. Dia berharap bahwa orang-orang yang rentan yang berjuang sendirian, bisa ditampung dengan baik. Keprihatinannya terhadap masaah ini serta apa yang telah dilakukannya, membuat ia terpilih sebagai Wakil Khusus UNAIDS dari PBB.
Selain itu, Stephanie juga aktif dalam Internasional Festival of Amateur Theatre, Princess Grace Foundation - Amerika Serikat sebagai Anggota Dewan Kehormatan, dan beberapa kegiatan lainnya. Juga tetap aktif mengembangkan sebuah lembaga bernama Princess Grace Foundation yang didirikan ibunya untuk membantu seniman lokal. Si anak nakal itu kini hidup dengan rasa kepedulian yang tinggi.*



