![]() |
| Hidup tanpa cemas? ft Erin |
Saat muda, hidup bahagia. Ketika tua, kaya raya
Sampai saat ini, di usia saya yang tidak lagi muda, saya bahkan tidak tahu bagaimana saya bisa mencukupi kebutuhan anak-anak saya kelak, seiring dengan bertambah usianya dan tingkat pendidikan mereka. Sebagai seorang pekerja dengan gaji yang pas-pasan, saya tidak bisa membayangkan apakah saya memiliki kemampuan menyekolahkan mereka hingga ke jenjang yang tinggi. Demikian juga untuk kelangsungan hidup mereka seperti kesehatan dan masa depannya? Oh, no. Bahkan masa depan saya sendiri pun saya mencemaskannya.
Mungkin begini juga yang Anda alami. Atau tidak... ;)
Di suatu siang yang cerah saya menghadiri sebuah undangan. Ini berkaitan dengan yang saya uraikan di atas; tentang bagaimana saya dan Anda bisa menjadi orang yang paling tenang dan tidak perlu mencemaskan masa depan walau dengan gaji pas-pasan. Agaknya nonsen, tetapi begitulah yang saya dapatkan informasinya, bahwa sekecil apa pun pendapatan, kita bisa mengatur masa depan kita dengan baik.
Ya, bukankah, kebahagiaan kita adalah ketika kita bisa mensejahterakan keluarga dan menjaga masa depannya dengan sebaik-baiknya.
Bertempat di sebuah restoran di Jakarta Pusat, ini adalah acara peluncuran produk perbankan untuk perencanaan masa depan. Asuransi? Ya, kira-kira seperti itu. Cerminan kehidupan yang mapan dan sejahtera tergambar dari kemasan acara yang sangat apik dan bergengsi. Pemilihan lokasi yang sangat tepat di sebuah restoran mewah di pusat kota di wilayah yang sangat strategis. Anda harus menyiapkan sedikitnya dua juta rupiah untuk mengajak pasangan Anda makan di sini, atau setidaknya 4 juta rupiah untuk acara makan keluarga kecil (dua orang dewasa dan 2 anak-anak). Gambaran kehidupan keluarga sejahtera ketika kepala rumah tangga menyiapkan masa depan keluarganya --itu yang ada di benak saya.
Ada banyak cara yang dilakukan untuk melindungi keluarga, seperti perencanaan kesehatan keluarga, perencanaan pendidikan anak, serta perencanaan masa tua. Selama ini saya berpikir, bahwa perencanaan tersebut hanya bisa dilakukan jika saya sudah berlimpah materi. Namun, ternyata itu keliru. Melindungi keluarga tidak harus menunggu sampai berlimpah materi.
“Terdapat banyak peluang untuk mendukung keluarga Indonesia menjadi makin sejahtera. Indonesia memiliki jumlah masyarakat kelas menengah yang tinggi dan berada di usia produktif. Namun, alokasi finansial mereka ke produk keuangan rendah. Padahal, mereka berpotensi makin sejahtera bila mengatur kebutuhan keluarga, terutama terkait investasi, kesehatan, pendidikan anak, dan masa tua,” begitulah yang dikatakan Bapak Elvis Liongosari, Presiden Direktur Commonwealth Life di acara tersebut.
Betul begitu?
Elvis melihat masih banyak keluarga yang mempersiapkan dana pendidikan melalui instrumen tabungan atau deposito yang saat ini bunganya di bawah 10 persen. Ya, saya juga begitu. Dan tabungan ternyata usianya tidak lama, sebab dikorek lagi, lagi, dan lagi, sampai saldonya mendekati limit :(
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2014 menunjukkan biaya pendidikan setiap tahun naik setidaknya 10 persen. “Memperhatikan kenaikan tahunan biaya pendidikan itu, instrumen investasi dan proteksi yang tepat akan sangat membantu orangtua dalam menyiapkan dana pendidikan anak,” jelas Elvis. "Hal yang sama juga berlaku pada persiapan pensiun. Data Literasi Keuangan Indonesia dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2014 menyebutkan hanya 2 persen pekerja yang sudah memiliki program jaminan pensiun.”
Saya? Bahkan Jamsostek atau BPJS ketenagakerjaan sudah saya cairkan saat saya menyelesaikan pekerjaan saya di kantor lama, saya lima tahun yang lalu. Kemudian saya menyesal karena sampai detik ini saya hanya bekerja dari rumah tanpa jaminan BPJS Ketenagakerjaan.
Lalu bagaimana perencanaan keuangan yang baik?
“Saya tertarik dengan alokasi investasi 100 persen di Maxiwealth Link karena artinya memiliki potensi imbal balik yang lebih besar, sembari tetap memproteksi diri dan keluarga,” tambah Pongki yang juga hadir dalam acara ini.
Ternyata musisi Pongki sudah lama ikutan program Maxwealth Link salah satu produk unit link yang diluncurkan COMM Family Protection dari Commenwealth Life.
Menyadari bahwa perlindungan keluarga begitu penting dan harus diwujudkan, Commonwealth Life dan Commonwealth Bank hadir untuk membantu keluarga kelas menengah Indonesia dalam merencanakan keuangan melalui berbagai produk unit link dalam COMM Family Protection.
Saya masih belum jelas apa yang Pongki maksudkan. Namun begini, PT Commonwealth Life (Commonwealth Life) dan PT Bank Commonwealth (Commonwealth Bank), dua anak perusahaan Commonwealth Bank of Australia (CBA) di Indonesia, telah mengumumkan kemitraan strategis bancassurance. Mereka meluncurkan COMM Family Protection, yang terdiri dari Maxiwealth Link, COMM Classy Care, dan COMM Extra Care. Rangkaian produk dan rider ini membantu keluarga Indonesia dalam mengatur keuangan, baik dalam proteksi maupun investasi.
“Kebutuhan nasabah dan keluarga semakin hari semakin sophisticated, mengingat mobilitas yang tinggi dan meningkatnya berbagai kebutuhan kesehatan dan pendidikan,” begitu penjelasan dari Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Commonwealth Bank. Ia mengatakan, kerjasama dengan Commonwealth Life ini merupakan langkah strategis untuk mempermudah nasabah Commonwealth Bank dalam memenuhi kebutuhan dengan mengatur keuangan dengan baik. “Kami akan membantu memberikan sarana supaya perpaduan proteksi keluarga dan investasi nasabah terkait persiapan edukasi, kesehatan, serta masa tua bisa terpenuhi,” ujarnya. COMM Family Protection juga memiliki kelebihan yakni hasil investasi yang maksimal tanpa ada biaya akuisisi.
Uhm. Artinya kita harus menjadi nasabah Commowealth Bank dulu untuk ikutan COMM Family Protection? Ya iyalah! Trus, berapa biaya membuka rekening di sana? Trus syarat dan ketentuan lainnya apa aja? Trus berapa premi dan urusan klaim-nya, gimana? Nah itu dia. Agaknya kita harus langsung ke CS-nya mereka, nih.
COMM Classy Care dan COMM Extra Care juga menyediakan proteksi komprehensif dan eksklusif dengan jaringan rekanan rumah sakit di ASEAN dan Australia. Sistem penggantian biaya rumah sakit secara cashless bahkan hingga usia 89 tahun. Tertarik juga sih....
Indonesia service dialog 2016 mencatat lebih dari 600.000 orang Indonesia berobat ke luar negeri sepanjang tahun 2015. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibanding 2006. Artinya dengan COMM Classy Care, kita bisa lebih tenang berobat bahkan sampai ke luar negeri.
Baik, kita tanyakan langsung ke CS mereka untuk lebih detailnya ya.
(artikel ini saya tulis dan sudah tayang di puanpertiwi online, dan untuk keperluan blog ini saya mengubahnya sedikit untuk kepentingan/erin)


Comments
Post a Comment