Operasi Plastik di Kalangan Remaja Lumrah atau Salah Arah?

Lala (18 tahun, bukan nama sebenarnya) sering merengek pada ibunya kalau dia ingin pipinya tirus. Dia malu dipanggil ‘tembem’ di sekolah. Belakangan Lala malah mendesak ibunya untuk membawanya ke bedah kecantikan, seperti info yang dibacanya di internet. 




Lain lagi dengan yang terjadi pada Sarah (16 tahun). Karena sering menemani ibunya ke salon, Sarah jadi terbiasa dengan dunia kecantikan. Ibunya malah menawarinya berbagai perawatan kecantikan. Tak cuma itu, ibunya bahkan menyarankan Sarah untuk membentuk dagu dan hidungnya lewat operasi. 


Untuk kepentingan peliputan media tempat saya bekerja, saya mengusulkan tema ini dan menjadikannya topik bahasan untuk rubrik problemania. dan untuk kepentingan blog ini, beberapa bagiannya saya revisi lagi. Dilarang keras copy paste tulisan ini tanpa seijin saya!


Apakah Lumrah untuk Remaja? 
Artis-artis Korea begitu cantik dan tampan. Wajah mereka nyaris sama. Konon, itu karena 'cetakannya' sama. Kok bisa? Tentu saja. Apa yang tidak bisa di jaman modern ini? Bahkan kini kita bisa 'memesan' wajah seperti yang kita inginkan.



Fenomena ini sudah marak sejak sepuluh tahun lalu. Sebabnya karena para remaja merasa kurang percaya diri. Cuma itu? Tentu tidak. Adib Setiawan, M.Psi, seorang psikolog yang mewadahi konsultasi di www.praktikpsikolog.com, mengatakan, “Biasanya, jika orangtua mereka melakukan operasi plastik, maka anak mereka akan mengikutinya,” jelasnya ketika saya menghubungi via telepon.


Operasi plastik? 
Sekitar tujuh tahun lalu, saya berpikir operasi plastik itu seperti kita membuat sesuatu dengan bahan baku plastik :D  

Bedah plastik adalah suatu cabang ilmu kedokteran yang bertujuan untuk merekonstruksi atau memperbaiki bagian tubuh manusia melalui operasi kedokteran. Berasal dari kata bahasa Yunani platikos yang berarti ‘membentuk’. Nah, nggak terlalu jauh kan salahnya? Hehe.



Park Min Young, artis Korea, sebelum dan sesudah operasi plastik


Jenis bedah plastik secara umum dibagi dua jenis: pembedahan untuk rekonstruksi dan pembedahan untuk estetika. 


“Itu adalah suatu cabang yang memperbaiki bentuk tubuh atau bagian dari bentuk tubuh seseorang, jadi mengubah bentuk. Nah bedah plastik itu dibagi dua yaitu konstruksi dan estetika,” jelas dr. Enrina Diah, Sp.BP-RE, saat saya meminta keterangannya lewat telepon. “Konstruksi itu sendiri merupakan operasi bedah untuk orang yang kecelakaan, yang terlahir sumbing, kepalanya benjol, termasuk juga dengan luka bakar. Nah, kalau untuk estetika itu untuk pasien yang sudah normal namun ingin penampilan yang lebih baik.”

erinpost
Adib Setiawan M Psi

erinpost
dr. Enrina Diah, Sp.BP-RE

Operasi plastik semakin marak menjamah kaum muda Indonesia. Apalagi ketika boomingnya industri musik Korea yang banyak menampilkan profil artis berwajah cantik dan tirus hasil operasi. Kemajuan teknologi dan tersedianya internet yang memudahkan informasi tersebut, menambah obsesi remaja untuk bisa seperti selebritis pujaan. Demi cantik, mereka tak takut wajahnya diikutak-kutik dengan alat operasi dan jarum suntik. Mengapa banyak remaja berani mengambil langkah ini? 


“Semua orang ingin cantik. Dari usia sekolah dasar sudah ingin cantik. Bedanya, jaman dulu dengan jaman sekarang itu informasi saja. Jaman dulu mungkin tidak mengetahui adanya teknologi yang bisa memperbaiki sesuatu yang kurang memuaskan,” terang dr. Teuku Adifitrian, Sp.BP atau yang lebih dikenal dengan dr. Tompi. Saya menyambanginyacdi klinik kecantikannya di wilayah Jakarta Selatan. “Itu sudah lama sekali, bukan sekarang. Bukan karena wabah artis-artis luar, atau Korea. Operasi plastik di Indonesia sudah ada sejak jaman dulu.” 

Adalah Prof. Moenadjat Wiratmadja yang merintis bedah plastik di Indonesia. Setelah lulus sebagai spesialis bedah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1958, ia melanjutkan pendidikan bedah plastik di Washington University Hospital di Amerika Serikat hingga tahun 1959. Sepulangnya dari Amerika, ia memfokuskan diri untuk memberikan pelayanan pada umum dan pendidikan bedah plastik pada mahasiswa dan asisten bedah di FKUI/RSCM. Pada tahun 1979 beliau dikukuhkan sebagai profesor dalam ilmu kedokteran di FKUI. Profesor Moenadjat Wiratmadja wafat pada tahun 1980.

Sejauh ini, apakah operasi merupakan sesuatu yang lumrah bagi remaja? 

Dr. Enrina Diah, Sp.BP-RE mengatakan, bahwa internet memiliki peran sebagai penyebar informasi. “Mereka sudah melihat dari internet, operasi yang aman dilakukan dan menjadi sesuatu yang lumrah yang dapat dilakukan. Makanya mereka yang masih muda sudah berani mengambil langkah itu.”

Meski dianggap lumrah, ada banyak hal yang harus di pertimbangkan, selain secara fisik juga kesiapan secara psikis. Dr. Tompi bilang, “Pertumbuhan tulang wajah berhenti di usia 17 tahun, untuk perempuan. Laki-laki lebih lama sedikit dari itu. Jadi biasanya kalau kita ingin mengerjakan operasi untuk memodifikasi bentuk seperti hidung mancung, rahang dikecilkan, kita lakukan setelah usia pertumbuhan tulang wajah berhenti. Itu melihat dari pertimbangan anatomis. Selain itu ada pertimbangan psikologis, kita menilai pada usia berapa kira-kira seseorang itu sudah matang untuk memutuskan suatu hal untuk dirinya sendiri.” 

Apakah ada orangtua yang sengaja membawa anaknya untuk operasi plastik? “Ada, dan saat itu memang anaknya menginginkan hal tersebut. Yang penting si anak mau dan orangtua mengijinkan,” ujar dr. Tompi. “Kalau ada anak yang mau melakukan operasi plastik tanpa ada izin orangtua kita tidak akan bisa melakukan operasi plastik.”





Yang Paling Diminati Remaja

“Hidung paling banyak, tapi mata juga ada. Jadi mereka yang tidak punya kelopak mata mereka lakukan operasi plastik,” ujar dr. Enrina ketika ditanya apa yang banyak dipilih pasien remajanya. “Gigi juga banyak, ya. Giginya agak menongol itu bisa dibenerin,” ujarnya lagi. Senada dengan dr. Tompi yang mengatakan kebanyakan remaja meminta operasi untuk estetika gigi. “Biasanya banyak yang minta perawatan kulit, tapi juga estetika gigi banyak juga. Namun, jika sudah masuk ke ranah bedah itu biasanya hidung (rhinoplasty), dagu, dan pipi (cheek fat pad removal). Ada juga yang melakukan treat untuk lebih langsing. Untuk pasien dewasa lebih banyak memilih perawatan seperti botox.”

Dokter kelahiran Aceh yang kita kenal sebagai penyanyi ini meyakinkan bahwa kecil kemungkinan dampak yang ditimbulkan jika pasien datang pada ahlinya, dokter bedah plastik yang tepat. Mengenai keluhan yang sering terdengar akibat dari operasi plastik, ia mengatakan bahwa pasien datang ke tempat yang salah, serta kurang paham mengenai fase-fase dalam tindakan operasi dan penyembuhannya. “Bedah plastik tidak instan, ada fase penyembuhannya. Saat masa penyembuhan pula tidak mengenakan. Mereka bisa mengalami bengkak, ada memar pula. Semua operasi itu baru terlihat hasilnya yang bagus itu selama 3 bulan ke atas. Kalau mengukur cakep itu mungkin 2-3 minggu sudah terlihat cakep.”

Bedah plastik dalam prosesnya semua sudah terukur. Sementara banyak yang mengerjakan operasi plastik dengan cara yang tidak wajar, lalu dilakukan oleh orang yang bukan bidangnya. Mengenai hal ini Dr. Tompi menjelaskan, “Ada perbedaan antara hasil yang tidak diharapkan atau diinginkan, komplikasi, dengan gagal atau mal praktik. Misalkan, pertama, kita kerja sudah sesuai prosedur, sudah benar langkah dan pengukurannya, tapi ternyata hasilnya tidak sesuai keinginan pasien itu namanya hasil yang tidak sesuai, jelas dr. Tompi. “Kedua, dikerjakan semua bagus, hasilnya juga sudah bagus. Lalu tiba-tiba infeksi. Nah itu kejadian yang tidak diinginkan, bisa dibilang dengan komplikasi, tapi itu semua bisa ditreatment. Lalu ada kejadian yang mal praktik. Mal parktik itu misalnya ada beberapa step yang tidak dilakukan sesuai dengan standar oprasional prosedur.” 


Biaya yang Relatif Mahal
Selain faktor fisik dan psikis, hal yang harus dipertimbangkan adalah mengenai biaya. Operasi plastik yang benar dan ditangani seorang ahli cukup membuat kita harus berhitung. Biaya operasi plastik memang tergantung dari bagian tubuh mana yang akan di operasi, jenis operasinya, kondisi pasien, dan tempat untuk operasi. Untuk melakukan operasi plastik, tentunya kesiapan diri dan materi menjadi syarat utama. 

Seperti misalnya, biaya operasi meninggikan dan memancungkan hidung (Rhinoplasty) untuk wilayah Jakarta, berkisar antara Rp 9 juta hingga Rp 21 juta. Biaya tersebut tergantung area yang akan diperbaiki. Tindakan membentuk hidung berfungsi untuk mengurangi atau menambah ukuran, mengubah garis ujung dan batang hidung, mempersempit cuping hidung, atau mengubah sudut antara hidung dan bibir atas. Lalu biaya operasi mata seperti kelopak mata atau menghilangkan kerutan, dikenakan biaya sekitar Rp 7 juta hingga Rp 30 juta. Sementara harga bedah plastik untuk meniruskan pipi atau cheek fat pad removal adalah sekitar Rp 12 jutaan. Prosedurnya adalah membuat sayatan di dalam mulut, agar luka tidak terlihat. 


Kegagalan Operasi 
Apakah harga yang mahal dan ditangani oleh ahlinya bisa menjadi jaminan semua aman-aman saja? Perlu diingat bahwa semua operasi, termasuk operasi plastik, selalu menggunakan metode pembedahan yang harus dijahit kembali dan meninggalkan bekas. Walau bekasnya akan terlihat samar, berkat kemajuan teknologi, namun resiko infeksi atau pendarahan kemungkinan selalu ada. Menilik dari penjelasan dr. Tompi di atas, mungkin kita bisa mengambil kesimpulan bahwa faktor infeksi bisa saja terjadi walau semua telah ditangani dengan benar, dan itu disebabkan oleh komplikasi. Hal yang sama seperti yang dikatakan dr. Enrina, “Selama dikerjakan dengan tenaga ahli, harusnya tidak ada penangan khusus untuk pasien remaja. Namun, soal adanya infeksi dan juga berdarah, itu efek yang sama dialami oleh pasien operasi, remaja atau dewasa.” 

Beberapa sumber menyebutkan bahwa operasi plastik tak hanya menimbulkan infeksi atau pendarahan, tapi juga asimetri, seroma, nekrosis kulit, bahkan bisa berujung pada kematian. Namun pengerjaan yang teliti oleh tenaga ahli di bidangnya akan menjauhkan pasien dari hal tersebut.

Lalu bagaimana dengan kegagalan operasi? Disinyalir dari berbagai sumber, operasi plastik yang gagal, bisa saja diperbaiki namun tergantung siapa yang mengerjakannya. Jika pengerjaan awal dilakukan oleh orang yang tidak kompeten maka tindakan koreksi akan sangat sulit. Umumnya dalam operasi kosmetik yang gagal, koreksi lebih sulit, lama dan biaya lebih besar dibanding pengerjaan awal. Dr. Enrina menuturkan, “Operasi yang gagal tidak semuanya bisa diperbaiki karena dalam beberapa kasus dapat menyebabkan 'cacat' permanen.” Berbagai kasus yang pernah ditanganinya, pasien yang mengalami gagal operasi plastik karena tidak ditangani oleh dokter yang ahli di bidangnya.


Manusia adalah Makhluk Tuhan yang Sebagus-Bagusnya
Biaya yang besar, kemungkinan gagal, infeksi, dan menimbulkan cacat, adalah dampak dari operasi plastik. Perlu pemikiran yang matang sebelum mengambil keputusan ini. 

“Oplas tidak murah,” jelas Adib Setiawan M.Psi. “Sebaiknya remaja lebih percaya diri dengan apa yang dimilikinya saat ini. Orangtua dan orang-orang terdekat sebaiknya memberi pengertian bahwa cantik itu bukan hanya wajah dan fisik, tapi cantik perilaku lebih diutamakan dan itu yang disenangi orang lain.” 

Bahwa Tuhan telah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya, seperti yang tercantum dalam QS At Tin; 4. “Sungguh, kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Makna yang terkandung bisa diartikan bahwa kita harus bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan. Dan sebaiknya kita berlomba meningkatkan ketaqwaan bukan kecantikan. Menanggapi probematika operasi plastik ini, Ustadz Sholeh Mahmoed atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Solmed, mengatakan, “Manusia itu pada prinsipnya sudah diciptakan oleh Alloh dengan sebagus-bagusnya bentuk. Sehingga pada hakikatnya sudah tidak perlu lagi ada yang diubah yang sudah Alloh karuniakan itu. Kecuali ada sesuatu yang dianggap lain, misalnya bibir sumbing atau kecelakaan, wajahnya rusak karena tersiram air keras, atau terbakar. Kalau seseorang yang tidak sempurna karena ukuran dirinya sendiri misalkan dia ganti hidungnya agar lebih mancung itu haram hukumnya.” Ustadz Solmed juga mengatakan bahwa setan selalu membisikan manusia. “Dalam surat An-Nisa -119, yang kurang lebih maknanya adalah bahwa setan itu memang sudah dari dulu akan menghembuskan bisikannya untuk mengubah ciptaan Alloh dan manusia itu betul-betul mengubahnya. Sebetulnya orang yang sudah cantik sekalipun, pasti akan merasa tidak cantik. Nah maka dari itu setiap orang itu harus merasa dirinya baik sudah bagus sehingga muncul kepercayaan dalam hatinya dan dirinya. *



Prajurit Perang Dunia I yang terluka karena bom, Walker Yeo. Foto ini diamnil 90 tahun lalu. 

Foto-foto yang beredar menunjukkan Walter sebelum dan sesudah melakukan pencangkokan kulit untuk pertama kalinya, pada tahun 1917 di Plymouth, Inggris, yang dilakukan oleh dokter ahi Sir Harold Gillies, dari New Zealand.











Comments

  1. Dear : Custumer Import & Domestik
    Kami dari Pt Tunggal Wahana Indah Nusantara mengajukan penawaran kerjasama dalam bidang pengurusan barang Import RESMI & BORONGAN.

    Services Kami,
    Customs Clearance Import sistem Resmi maupun Borongan
    Penanganan secara Door to Door ASIA & EROPA Sea & Air Service
    Penyediaan Legalitas Under-Name (Penyewaan Bendera Perusahaan)
    Pengiriman Domestik antar pulau seluruh Indonesia laut dan Udara atau Darat.

    Berikut Attecment terlampir.

    Terima kasih atas kepercayaan kepada kami, semoga kerjasamanya berjalan dengan lancar.
    Jika ada yang ingin dipertanyakan, silahkan hubungi kami di Nomor Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Whatssapp : 0819-0806-0678 E-Mail : andijm@twin.co.id

    Best Regards,

    Mr. Andi JM
    Hp Whatssapp : 0819-0806-0678 / 0813-8186-4189
    = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = == = = = =
    PT TUNGGAL WAHANA INDAH NUSANTARA
    Jl. Raya Utan Kayu No.105 B Jakarta Timur 13120 Indonesia
    Phone : +62 21 8498-6182, 8591-7811 Fax : +62 21 8591-7812
    Email : pt.twinlogistics@yahoo.com, andijm@twin.co.id
    Web : www.twinlogistics.co.id, www.twin.co.id

    ReplyDelete

Post a Comment