Bagi penduduk Selangor, Malaysia, Highland Towers adalah satu nama yang telah memahatkan kisah duka sekaligus seram. Bangunan kokoh dan megah yang runtuh pada 11 Desember 1993 itu, kini tinggallah bangunan dengan kisah yang membuat bulu kuduk merinding.
![]() |
| foto Google |
Highland Tower setelah 24 Tahun ditinggalkan
Ada kakek berbaju putih yang mondar-mandir di sekitar bangunan, serta perempuan dengan mata uang berlumur darah yang kerap menakuti supir taksi yang melintas di sana. Belum lagi suara tangisan dan penampakan-penampakan yang menyeramkan yang membuat semua orang menjauhi wilayah ini. Sisa bangunan yang masih berdiri tegak di sana menjadi dinding-dinding tua yang menguarkan aroma misteri.
![]() |
| Detik-detik runtuh / foto Google |
Berawal dari Musim Hujan
Hillview, Ulu Klang, Selangir, adalah suatu kawasan apartment elit di Malaysia. Penduduknya kebanyakan orang asing dan orang-orang kaya. Letaknya sangat strategis. Di sini pula berdiri sebuah bangunan tinggi nan mewah yang terdiri dari 3 blok, Highland Tower. Namun, apartemen mewah ini menjadi sorotan dunia ketika pada tahun 1993 salah-satu bangunannya runtuh. Puluhan nyawa melayang. Sejak itu Highland Tower menjadi bangunan menyeramkan.
Peristiwa ini berawal saat hujan mengguyur Selangor sepanjang November dan Desember 1993. Kalaupun berhenti mungkin hanya satu dua hari saja, lalu disusul dengan hujan sepanjang hari. Di awal Desember itu, hujan lebat tak kunjung berhenti selama 10 hari berturut-turut. Beberapa wilayah mulai dilanda banjir. Tanah di sekitar apartement pun longsor. Tembok penahan bangunan itu runtuh.
Jauh sebelumnya, pada sekitar tahun 1975 hingga tahun 1982, lokasi pembangunan apartemen di dataran tinggi ini memiliki aliran air sungai yang mengalir di atasnya, sungai ini dikenal dengan nama ‘Sungai Timur’. Aliran Sungai Timur ini kemudian dibuatkan serangkaian pipa-pipa untuk membelokkan arahnya hingga pembangunan dapat dimulai.
Di tahun 1991, proyek pembangunan lain dengan nama "Proyek Pengembang Bukit Antarabangsa" dimulai, tepat di belakang Highland Towers. Untuk pembangunan proyek ini, pohon-pohon di dataran tinggi itu dibabat habis. Aliran air Sungai Timur dialihkan lagi memakai rangkaian pipa yang sama. Tak butuh waktu lama, hingga akhirnya pipa-pipa itu kelebihan tekanan air. Alirannya juga diisi dengan tanah dan lumpur halus dari Sungai Timur dan lokasi pembangunan. Kebocoran terjadi di mana-mana, dan tanahnya mulai tidak dapat membendung aliran airnya. Kandungan air dalam tanah telah mencapai titik yang membahayakan. Pada Oktober 1992, lereng dataran tinggi itu sudah hampir tenggelam oleh air.
Pada November 1993, para penghuni apartemen sudah melihat retakan di jalanan sekitarnya. Tanda-tanda tembok penyangga akan runtuh sudah terlihat, sayangnya tak ada penanganan cepat. Sehingga saat hujan deras di bulan Desember 1993, kondisi dataran tinggi itu semakin parah. Pada 11 Desember 1993, siang hari, blok 1 Highland Towers amblas dan jatuh menghantam pondasi bangunannya. Tak lama kemudian, lunaknya keadaan tanah yang melandasi bangunan itu membuat keduabelas lantai apartemen itu ambruk.
Ratusan Korban
Runtuhnya Highland Tower memakan banyak korban jiwa. Tim penyelamat dari unit FRU, Persatuan Palang Merah, DBKL, dan pasukan tim polisi gabungan serta tentara turut membantu untuk mengevakuasi korban. Diberitakan bahwa korban pertama yang berhasil ditemukan dari reruntuhan adalah seorang pembantu rumah tangga, Warga Negara Indonesia. Dia ditemukan berangkulan dengan anaknya yang berusia 1 tahun 6 bulan.
Pada 12 Desember 1993, petugas memerintahkan agar semua penghuni di blok 2 dan 3 mengosongkan rumah mereka karena bangunan tersebut dinyatakan tidak aman. Tim pencarian dan penyelamatan dari Inggris dan Amerika Serikat pun dikerahkan untuk membantu evakuasi. Beberapa hari kemudian, tim penyelamat berhasil menemukan enam jenazah yang kondisinya sudah hancur. Empat di antaranya adalah warga Korea dan dua lainnya adalah warga lokal. Untuk memudahkan, petugas menggunakan mesin pemecah beton dan baja serta buldoser untuk membuka rute pencaharian. Di hari pencaharian berikutnya, petugas menemukan lagi jenazah lainnya. Ada yang membusuk di areal parkir depan, ada yang sedang memegang kitab suci, bahkan ada jenazah perempuan memakai sari dan memeluk seorang anak.
Mantan perdana mentri Malaysia, Carlos Abdul Rashid bersama dengan istrinya juga menjadi korban reruntuhan bangunan ini. Mereka tidak tertolong. Jumlah korban meninggal konon lebih dari 50 orang, dan puluhan lainnya luka-luka. Korban kebanyakan warga negara Malaysia, dan beberapa orang asing termasuk seorang warga negara Inggris, seorang Jepang, dua orang India, tiga Korea, tiga Filipina, dan tiga Indonesia. Saat itu, kru penolong bahkan mendengar ketukan dan suara-suara keluar dari dalam reruntuhan hingga hari ketujuh.
Perempuan Tua dan Koin Berdarah
Beberapa minggu setelah peristiwa runtuhnya blok 1 Highland Towers, runtuhan kecil menyusul terjadi selama cuaca buruk. Dua blok lain di ‘Highland Towers’ masih berdiri tegak sampai sekarang, tetapi tak lagi berpenghuni. Sejak peristiwa itu, semua penghuninya meninggalkan Highland Tower karena khawatir bencana ambruknya gedung terjadi lagi.
Bangunan kosong tak terurus itu kini semakin menyatu dengan hutan di sekitarnya. Ilalang lebat dan gelap membuat kondisi bangunan kian terlihat menyeramkan. Tak lama setelah itu, kejadian demi kejadian aneh bermunculan. Ditambah lagi bangunan itu penuh dengan coretan seram dan simbol-simbol seperti pernah digunakan untuk pemujaaan. Bahkan orang-orang yang melintas di sana sering mendengar bebunyian keras seperti ada yang terjatuh, sampai munculnya penampakan.
Rumput dan ilalang lebat di sekitar bangunan menjadikan pemotong rumput sering mengambil rumput di sana. Namun, semenjak muncunya penampakan perempuan tua di lorong lantai bawah dengan wajah yang hancur, mereka tak mau lagi mengambil rumput di sana. Malahan ada juga yang muncul di jendela-jendeka blok 2 dan 3. Kalaupun nekat, mereka memberanikan diri menyabut rumput saat tengah hari bolong dan beramai-ramai.
Juga ada penampakan dua laki-laki yang memakai sorban. Mereka terlihat sedang menggoyang-goyangkan bangunan blok yang tersisa. Yang sampai kini mengherankan penduduk sekitar adalah bangunan itu runtuh ke sisi, bukan runtuh menghujam ke bawah. Dua sosok itu juga sering mondar-mandir di sekitar lokasi reruntuhan dengan langkah yang melayang layang.
![]() |
| from Google |
Sopir-sopir taksi yang kerap melintas di malam hari di depan bekas hunian mewah itu sering mengalami hal-hal menyeramkan. Sopir-sopir taksi, yang melalui kawasan itu dalam kondisi taksi kosong, sering dihentikan oleh perempuan yang tiba-tiba muncul di depannya. Membuat mereka berhenti mendadak. Kisah yang paling terkenal adalah penampakan perempuan cantik yang sering muncul dan menghilang di Taman Hill View, sebuah bekas taman yang terletak di kawasan apartemen runtuh itu. Perempuan itu sering menjelma menjadi perempuan cantik yang menyetop taksi. Ketika sudah berada di dalam taksi, perempuan itu akan bercerita bahwa dia adalah salah satu korban reruntuhan dan meminta si sopir menengok ke belakang untuk melihat wajahnya yang rusak dan kakinya yang terputus. Kisah lain menyebutkan perempuan di dalam taksi itu membayar ongkosnya dengan uang koin yang berlumuran darah. Kejadian itu membuat banyak sopir taksi enggan melintas kawasan Hill View atau Highland Tower.*








Comments
Post a Comment