Hantu Nancy Menangis dengan Darah di Sudut Bibirnya

Cintanya pada seorang pemuda pribumi yang ditentang oleh orangtua, telah membawanya pada keputusasaan. Hingga sekarang, tangis pilu Nancy masih kerap terdengar dari arah tangga dan lorong-lorong gedung. 


erinpost
Gedung Sekolah/ ft Erin




Bangunan yang berdiri megah di Jalan Belitung No.8 ini memiliki struktur bangunan asli Belanda. Dibangun pada tahun 1916 pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan berfungsi sebagai gedung Hoogere Burgerschool (HBS) yaitu sekolah menengah untuk bangsa Belanda dan kalangan ningrat Indonesia. Di suatu hari yang cerah saya berkesempatan jalan-jalan ke sekolah ini dan menelusuri setiap lekuk bangunannya. Kebetulan saat itu sedang berlangsung pembagian raport siswa. Jadi, tak ada salahnya saya menjadi 'penyusup' yang baik hati dan riang gembira untuk mendapatkan kisah misteri yang konon menjadi bagian dari masa lalu sekolah ini.

Pada tahun 1950, gedung ini berubah fungsi sebagai Sekolah VHO (Voortgezet Hoger Onderwijs) - sekolah setaraf SMA berbahasa Belanda dan sore hari sebagai VHO berbahasa Indonesia. Tahun 1966 hingga sekarang berfungsi sebagai gedung sekolah negeri, bahkan menjadi sekolah favorit di Bandung. Dari sini banyak terlahir siswa-siswi berprestasi. Namun, di balik itu semua, sebuah legenda misteri tersimpan di sana. Dari mulut ke mulut, kisah tentang gadis Belanda yang mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, tersampaikan hingga sekarang. Benarkah cerita itu? Atau gunjingan semata? 


Cinta yang Dilarang
Namanya Nancy, putri dari pasangan Belanda kaya raya yang cantik jelita. Dia bersekolah di Hooge Burgereschool, sekolah yang dibangun untuk anak ­anak Belanda dari kalangan keluarga menengah ke atas. Gadis cantik dengan rambut pirang ini tidak banyak bermain dengan teman-teman sebayanya. Dia gadis yang tertutup namun cerdas. 

Suatu hari Nancy bertemu dengan seorang pemuda pribumi dan keduanya jatuh cinta. Tak ditemukan keterangan konkrit tentang siapa pemuda pribumi itu, namun pemuda itu telah membuat Nancy rela melakukan segalanya. Namun mereka terpaksa berpacaran diam-diam, sebab sangat tabu bagi anak-anak keturunan Belanda berhubungan dengan pribumi. Suatu hari, hubungan itu akhirnya diketahui oleh orangtua Nancy. Mereka marah dan menentang hubungan itu. Nancy berusaha membujuk orangtuanya. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ketika itu Nancy telah hamil. Orangtua Nancy tetap bersikeras menentang hubungan tersebut, bahkan mereka mengancam si pemuda jika terlihat mendekati Nancy. 

Kesedihan melanda perasaan Nancy. Dia tidak dapat melawan orangtuanya, tetapi juga tidak rela melepaskan cintanya. Berhari-hari ia terlihat murung. Kesedihannya semakin merejam manakala si pemuda tak pernah nampak lagi. Gadis cantik yang selalu berpakaian none Belanda itu begitu putus asa. Merasa tak ada jalan lain gadis itu memutuskan mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai atas sekolah. Kematiannya mengenaskan. Gaun khas none Belanda yang dikenakannya basah oleh darahnya sendiri. Matanya terbuka dengan tatapan kesedihan. Darah juga mengalir di sudut bibirnya.

Kematian Nancy di usianya yang baru menginjak 16 tahun itu menjadi peristiwa mengenaskan. Entah kapan tepatnya, kisah tentang bayang bayang-bayang Nancy yang kerap muncul di sekolah itu tersiar kemana mana. Juga kisah tentang orang-orang yang mengaku melihatnya. Sekolah yang kemudian berganti nama menjadi SMAN 5 Bandung pada tahun 1966 itu, menyimpan banyak cerita tentang hadirnya sosok noni Belanda, lengkap dengan baju penuh darah serta sudut bibir yang juga meneteskan darah. Kematiannya yang tragis dari tangga sekolah, membuat ia disebut-sebut sering menampakkan diri di sana hingga saat ini. Ada juga cerita yang menyebutkan sang noni kerap bolak-balik di lantai atas gedung kedua sekolah tersebut. 

Bertahun-tahun, bahkan sampai saat ini, arwah penasaran Nancy bergentayangan di seluruh ruangan sekolah itu. Seolah mengingatkan mereka akan kisah cintanya yang terlarang. Namun, salah seorang petugas kebersihan yang sempat Puan Pertiwi temui di sana membantah hal itu. “Saya pikir itu hanya cerita lama. Selama saya kerja di sini, tidak ada yang aneh. Wajar-wajar saja.” 


Kisah-kisah Kemunculan Nancy
Mungkin petugas kebersihan itu memang tak pernah menemui kejadian-kejadian aneh. Namun banyak cerita beredar bahwa beberapa orang melihat hantu Nancy. Nancy biasa menampakkan diri di tangga, atau di jendela atas paling pojok sebelah kanan bangunan, dari arah gerbang sekolah yang terletak di Jalan Bali. “Malahan beberapa orang mengaku Nancy muncul dengan hanya menampakan kepalanya saja,” begitulah cerita dari mulut ke mulut.

Kemunculan Nancy ini ada banyak versinya. Pada akhir tahun 80-an, Nancy pernah menampakan diri pada seorang guru wanita yang bekerja sampai malam hingga membuat sang guru tidak sadarkan diri. Nancy terkadang muncul dengan darah menetes di sudut bibirnya. Nancy juga pernah menampakkan diri di mushola. Disebutkan juga pernah ada guru, yang sudah bekerja di sana sejak tahun 1991, menerima laporan bahwa siswa-siswanya melihat sosok itu dengan jelas. “Katanya salah satu jendela di lantai atas (yang menghadap Jalan Belitung) sering terbuka sendiri. Lampunya juga menyala sendiri,” cerita seperti itu beredar. 

Ada pula cerita seorang guru yang lembur hingga malam hari. Saat sedang asyik bekerja dia mendengar suara tangisan perempuan dari lantai atas. Dia heran siapa yang menangis malam-malam. Akhirnya guru itu beranjak ke lantai atas, tapi di sana tak ada siapa pun. Suasana sepi. Suara tangis tak ada lagi dan semua ruangan gelap. Si guru tak menemukan siapa-siapa. Saat keheranan seperti itu, tiba-tia dia malah mendengar suara mesin tik dari ruangan kerjanya. Si guru mulai merasa tak enak. Tapi dia memberanikan diri turun dan kembali ke ruangannya. Tak ada siapa pun di sana. Akhirnya dia berlari ketakutan memanggil penjaga sekolah, seiring dengan terdengarnya lagi lolongan suara tangis memilukan dari lantai atas. 

Seorang siswa yang berpapasan dengan Puan Pertiwi di depan gerbang sekolah berkata, “Itu sih cerita lama. Cerita yang dari mulut ke mulut, dan sudah lama sekali. Bener atau tidaknya cerita itu, saya tidak tahu. Saya belum pernah lihat atau mendengar langsung. Tapi kata orang-orang sih, kejadiannya di situ...,” dia menunjuk ke arah jendela lantai dua yang siang itu nampak terbuka. 

Menurut kepercayaan beberapa orang, sampai kini, hantu Nancy sering menampakkan diri. Kadang terlihat sedang menatap keluar jendela atas gedung sekolah, kadang terdengar bermain piano. Penampakannya kadang memakai dress terusan putih, seperti baju noni Belanda, yang bersimbah darah. Juga lonceng yang tiba-tiba berbunyi, maupun lampu yang menyala sendiri. Belum lagi suara piano yang terdengar memainkan mozart pada jam 1 malam. 



(tulisan ini saya tulis untuk kepentingan peliputan dan telah tayang di majalah yang saya asuh awal 2015 lalu)




Baca Juga:

-  Misteri Kastil Versailles Penampakan Hantu Marie Antoinette

-  Istana Windsor Penuh Hantu Kerajaan

- Misteri Gedung Putih Hantu Lincoln di Lorong Lantai Dua

Comments