Tips Menghindari Sasaran Penculikan

Tips ini dirangkum dari hasil wawancara dengan berbagai pihak, di antaranya KPAI, Putu Elvina, KPAI Komisioner Bidang Anak Berhadapan dengan Hukum, Erna marina kusuma M.Psi, Psikolog Anak dan Remaja dari Australia Psychology Society membership (foreign Affiliation), Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M Iqbal, dan Psikolog & Motivator Poppy Amalia.


www.erinpost.net
Foto by Google

Jelaskan pada anak pentingnya bersikap waspada terhadap orang lain, terutama kepada orang yang belum dikenal. Ajarkan kepada anak agar menolak diajak pergi, menolak hadiah apa pun dari orang lain bila belum mendapat ijin dari orangtua, tidak sembarangan mempersilahkan orang asing masuk ke dalam rumah, tidak bepergian keluar rumah sendiri tanpa ditemani orang dewasa yang bisa bertanggung jawab akan keselamatannya.

Ajari anak untuk berani berteriak bila terjadi pemaksaan dari orang yang tidak dikenal dan berusaha menarik perhatian orang di sekitar. Bekali anak dengan teknik dasar ketrampilan bela diri agar bisa melepaskan diri. Beri simulasi penculikan agar anak bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukannya bila ada orang yang berusaha dengan paksa mau membawanya.

Orangtua meminta pihak sekolah ikut mencegah terjadinya kekerasan dan penculikan dengan tidak mengijinkan siapa pun menjemput si anak kecuali kepada orang yang identitasnya sesuai dengan yang diberikan oleh orangtua.
Orangtua harus memilih secara cermat orang-orang yang dipekerjakan di rumah, terutama pengasuh dan supir. Cek identitas dan kredibilitas mereka. Jangan sembarangan menyuruh orang lain yang belum dipercaya untuk menjemput anak di sekolah.


Orangtua perlu menceritakan pada anak, bila ada ada orang-orang yang dicurigai memiliki potensi balas dendam, pernah konflik atau bersaing bisnis dengan orangtua agar anak bisa berhati-hati atau menjauh bila bertemu dengan orang tersebut.

Biasakan anak untuk tidak sembarangan memberikan informasi mengenai keluarga, seperti kebiasaan-kebiasaan atau jadwal orangtua, nomor telepon dan alamat rumah kepada orang asing yang bertanya kepadanya. Juga jangan mencantumkan itu semua di media sosial yang si anak miliki. Karena informasi-informasi ini dikhawatirkan akan disalahgunakan untuk niat jahat seseorang.*


*Mohon menghindari plagiatisme dengan tidak copas tulisan ini, sekalipun hanya sebagian kecil saja. Bila Anda membutuhkannya untuk rujukan, silakan mencantumkan link ini, atau hub saya penulis.


Baca Juga:  Kekerasan Begitu Dekat dengan Anak Kita













Comments