Fenomena Pernikahan dengan Sponsor

Tak sedikit calon pengantin menjadi stres menghadapi saat-saat menjelang pernikahan. Keberadaan sponsor pernikahan menjadi jalan keluar. Tidak hanya selebritis, masyarakat umum juga berupaya mendapatkan sponsor pernikahan, walau akhirnya si sponsor yang menjadi bintang utama dalam acara sakral itu. Lalu bagaimana sosiolog dan ahli pernikahan memandang hal ini?



Ketika rapat redaksi saya mengajukan usul tentang tema ini untuk edisi berikutnya. Beruntung, Bos menyetujui. Jadilah saya mulai kasak-kusuk mencari data dan keterangan, terkait tulisan ini.


Pertama-tama, tentu saja saya harus browsing dulu. Google memang kerap menjadi andalan. Saya menyusuri artikel mengenai pernikahan dengan bantuan sponsor. Kedengarannya unik ya, sebab di Indonesia fenomena ini terjadi belum lama, sekitar 5 tahunan ke belakang. Data ini saya tebak sendiri mengingat ketika sekitar tahun 2000-an seorang teman saya menikah dan dia mendapat bantuan sponsor kasur springbed :D dengan catatan, merek kasur tersebut terpajang di halaman depan gedung tempat resepsi. Saya sendiri menduga di tahun tersebut pastinya sudah banyak artis yang juga mendapat bantuan sponsor untuk pernikahan mereka. Mengingat nama besar mereka, tentunya para produsen 'merelakan produknya' untuk bersanding bersama mempelai di depan ratusan tamu terhormat.

Lalu bagaimana kisah mulanya pernikahan dengan sponsor ini? Artikel ini saya tulis dan sudah ditayangkan di Majalah Puan Pertiwi ed 13. Silakan simak tulisan di bawah ini.


Ternyata Telah Lama Lazim di Amerika Serikat
Pernikahan selebritis yang berkesan mewah selalu menjadi perhatian masyarakat umum. Pernikahan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang heboh disiarkan secara live di dua televisi swasta di Indonesia, dimeriahkan oleh banyaknya sponsor. Begitu juga pernikahan Dude Herlino – Alisa Subandono, Chelsea Olivia – Glenn Alinskie, dan pernikahan Nabila Syakieb - Reshwara Argya Radinal yang ditaburi sponsor hingga bulan madu mereka. 


Pernikahan artis dengan sponsor ini menjadi salah satu fenomena yang menarik yang kemudian juga diikuti oleh masyarakat umum. Keberadaan sponsor dianggap sebagai jalan keluar, tidak saja beban materi tetapi juga tenaga dan pikiran. Seperti yang disampaikan oleh Dude Herlino, “Karena dalam mempersiapkan pernikahan bukanlah sebuah hal yang mudah. Adanya sponsor mempermudah ruang gerak kami dalam mempersiapkan pernikahan. Walaupun kami saat itu menggunakan jasa WO, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dengan adanya sponsor.” 



Sementara itu Masni Erika Firmiana, S.Sos, M.Si, Dosen Tetap Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al-Azhar Indonesia mengatakan pernikahan dengan sponsor lebih karena kekerabatan sudah mulai bergeser. Sudah mulai jarang pernikahan yang melibatkan keluarga besar dan kerabat. “Dulu, dengan sistem kekerabatan dan bentuk keluarga luas, individu dapat memanfaatkan kerabat dalam meringankan biaya dan repotnya pengurusan pesta. Kalau sekarang sudah susah karena sistem kekerabatan sudah tidak seerat dulu.”


Pernikahan dengan biaya yang ditanggung oleh sponsor sudah lazim terjadi di Amerika sejak lama. Ini karena masyarakat di sana tidak mengenal kekerabatan seperti di Indonesia. Tingginya biaya pernikahan dan gaya hidup yang tak tergantung keluarga, membuat mereka mencari bantuan sponsor. 



Baca juga: Artis Sasaran Sponsor Pernikahan


Pasangan muda dari Orlando, Florida, ini menemukan cara unik untuk mengatur pernikahan impian mereka tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Courtney McKenzie dan tunangannya Jamil Newell akan menikah dan berbulan madu ditanggung oleh sponsor. Yang berarti semua momen spesial mereka akan menampilkan segala macam produk dan iklan. Courtney, yang bekerja di sebuah perusahaan pemasaran, adalah otak di balik ide genius ini. Setelah menyusun rencana pernikahan yang matang, Courtney kemudian mengumpulkan press release dan mulai mengirimkannya ke banyak orang. 

Dalam waktu singkat, ide mereka tentang pernikahan yang disponsori berhasil menjadi viral di BuzzFeed dan Facebook. Pasangan ini pun berhasil tampil di Today Show. Mereka juga sudah membuat sebuah situs web pernikahan dengan jadwal rinci tentang rencana perjalanan mereka, serta paket sponsor untuk perusahaan yang tertarik dengan ide mereka. Mereka tidak hanya akan menyebutkan perusahaan dan produk yang mensponsori pernikahan mereka di beberapa situs media sosial, tetapi mereka akan menggunakan logo dari semua sponsor selama mereka melangsungkan pernikahan dan bulan madu. 

Mereka menjahit logo perusahaan yang mensponsori pernikahan mereka pada gaun pengantin dan tuksedo. Selama mereka mampu mendapatkan USD 30.000 (sekitar Rp 351 juta) untuk kebutuhan pernikahan impian mereka, mereka bahkan tidak keberatan untuk menjadi billboard hidup. Courtney juga mengatakan bahwa sudah ada beberapa media yang menyatakan keinginan mereka untuk mengikuti pasangan ini sepanjang perjalanan mereka di Thailand. Uang yang mereka dapatkan dari sponsor itu tidak hanya dinikmati berdua karena pasangan ini juga berencana untuk menyumbangkan sebagian dari uang sponsor mereka (di luar biaya perjalanan) untuk amal.


Next: Artis Sasaran Sponsor Pernikahan

Comments