Perjodohan untuk Meninggalkan Pasangan

Laki-laki yang keluar sebagai pemenang dalam Festival Gerewol dalam usahanya Berdandan Tampan untuk Mencuri Isteri Orang mendapat hadiah menjadi kekasih dewan juri. Dewan juri yang kesemuanya adalah perempuan, memilih jagoannya, lantas berwenang memacari sang jagoan walaupun mereka sudah bersuami atau memiliki kekasih.



Namun, pencarian kekasih hati itu tidak terbatas antara juri dan juara. Semua laki-laki muda itu menari Gerewol untuk mendapatkan kekasih hati, meskipun harus mencuri istri orang lain. Salah seorang laki-laki itu, sebut saja Ju, bertemu isteri keduanya pada Festival Gerewol tahun lalu. “Anda dapat menikahinya atau berpacaran," jelas Ju. Sementara itu, isteri kedua Ju juga mencari pasangan di acara Festival Gerewol itu.

Mette Bovin, antropolog Denmark yang meneliti suku Wodaabe sejak tahun 1970 menyebutkan bahwa Suku Wodaabe tidak mempermasalahkan jika ada warganya yang mengesampingkan janji pernikahan di Gerewol, untuk sementara waktu atau selamanya. “Pernikahan pertama telah ditetapkan saat laki-laki dan perempuan Suku Wodaabe masih sangat muda. Jadi di dalam Festival Gerewol itu adalah kesempatan untuk mereka berpacaran.”

Karena Suku Wodaabe tidak mengenal poligami, maka ketika mereka menikahi pasangan baru ‘hasil curian’ itu berarti mereka meninggalkan pasangan yang lama. Sementara itu untuk pihak perempuan ‘yang dicuri’, mereka akan mengadakan perjanjian untuk bertemu secara sembunyi tanpa sepengetahuan si suami, sampai akhirnya dia memutuskan apakah akan benar-benar meninggalkan suaminya.

Ada kalanya suami pertama dari perempuan yang dicuri itu tidak ingin berpisah dari si perempuan, maka si perempuan terpaksa harus melakukan selingkuh alias diam-diam. Jika pasangan baru ini dapat "selingkuh" tanpa terdeteksi (terutama dari suami pertama) maka mereka akan diakui secara sosial. Pernikahan ini disebut pernikahan cinta.

Namun, bagaimanapun festival ini menjadi tradisi dan berlangsung setiap tahunnya, tetap ada efek negatif dari tradisi pencurian istri ini. Tradisi ini kerap menimbulkan perselisihan antara istri muda dan istri tua. Perempuan yang dicuripun harus hidup bersama suami barunya dan meninggalkan keluarga lamanya. Jika di keluarga lama si perempuan telah memiliki anak, maka harus ditinggalkan. Itu sebabnya hubungan ibu dan anak di dalam Suku Wodaabe tidak terlalu kuat.*

Comments