KERAJAAN TERKAYA DAN TERMISKIN

Kita tidak sedang membicarakan negara dengan penduduk terbesar keempat dunia. Dengan jumlah penduduk sebesar 255,993,674 jiwa (tahun 2014), tentu saja sulit bagi Indonesia menaikkan taraf hidup kemakmuran masyarakatnya. Walau Indonesia kaya akan alamnya, tetapi nyatanya hingga saat ini negera yang memiliki banyak pulau-pulau yang indah dan kaya akan sumber alamnya, toh tingkat kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi.

Baik, lupakan dulu itu. Mari kita lihat negara kerajaan yang ternyata kaya raya. Negara manakah itu?

Inggris? Uhm. Ternyata kekayaan Ratu Inggris Elizabeth II yang diperkirakan sekitar £295 juta atau Rp5,6 triliun, yang kita pikir adalah negara terkaya, belum sebanding dengan kekayaan yang dimiliki Raja Thailand Bhumibol Adulyadej, yang berjumlah £30 miliar atau lebih dari Rp574 triliun.

Dilansir dalam laporan Daily Mail, kerajaan Inggris sangat jauh dari puncak daftar kerajaan terkaya di dunia, yang didominasi keluarga-keluarga kerajaan Dubai, Brunei, Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Kekayaan kerajaan di Eropa memang tidak sebanding dengan kekayaan kerajaan-kerajaan di Timur Tengah.

Yuk, kita tengok kekayaan kerajaan di Eropa.


Terkaya - Lichtenstein

Dinasti penguasa negara kecil Lichtenstein merupakan kerajaan terkaya di Eropa dengan £4,9 miliar atau Rp93,7 triliun. Kerajaan yang dipimpin oleh Pangeran Hans-Adam II, hampir seluruh sumber kekayaan keluarga kerajaan berasal dari perbankan.


Keluarga kerajaan memiliki tanah yang luas dan koleksi seni berharga, tapi sebagian besar pendapatan berasal dari grup usaha LGT, bank swasta dan perusahaan manajemen aset milik keluarga yang terbesar di dunia. LGT Group diperkirakan memiliki total nilai investasi sebesar $40 miliar di seluruh dunia, dengan kantor pusat di ibukota Vaduz, Lichtenstein. Operasional perusahaan ditangani oleh adik bungsu dan putra Hans-Adam, Pangeran Philipp dan Maxmilian. Pangeran Hans-Adam II yang berusia 69 tahun telah berkuasa sejak 1989, saat ayahnya Franz Joseph II turun tahta tapi tidak lagi memperoleh dana dari pembayar pajak. Hans-Adam membuat lelucon tentang situasi itu. Dia bergurau bahwa dirinya harus bekerja keras pada pagi hari, setelah ayahnya turun tahta, agar mampu membiayai dirinya saat naik tahta malam itu. Hans-Adam menikah dengan Marie Kinsky von Wchinitz und Tettau dan memiliki lima anak.


Termahal - Belanda
Keluarga Kerajaan Belanda tak banyak. Namun dinastinya menghabiskan biaya termahal untuk dana pembayar pajak, yaitu sekitar £31 juta atau Rp593 miliar setiap tahun. Pengeluaran seperti tunjangan pribadi untuk Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, diperkirakan mencapai £5,4 juta atau lebih dari Rp103 miliar setahun. Sementara biaya kunjungan resmi dan tur ke luar negeri diperkirakan sekitar £20juta atau Rp382,6 miliar. Tidak hanya lebih mahal dari Kerajaan Inggris, biaya yang dihabiskan Kerajaan Belanda bahkan empat kali lipat lebih besar dari yang dibutuhkan Kerajaan Spanyol. Kekayaan keluarga Kerajaan Belanda disebut sekitar £131 juta atau Rp 2,5 triliun.

Sebagian besar pendapatan mereka adalah dari kepemilikan saham di perusahaan minyak Shell. Seperti Kerajaan Inggris, empat istana dan perhiasan menjadi milik pemerintah Belanda. Tapi keluarga kerajaan memperoleh empat rumah pribadi, termasuk sebuah vila di Tuscany.






Termiskin namun Istana Terbesar Dunia- Spanyol
Raja Spanyol Felipe disebut sebagai salah satu raja termiskin dengan kekayaan hanya £3,2 juta atau Rp61 miliar. Walau begitu, Kerajaan Spanyol memegang rekor sebagai pemilik istana terbesar di dunia. 

Istana Buckingham di Inggris hanya memiliki 722 ruangan, jauh lebih kecil dibandingkan 3.418 kamar di Palacio de Madrid yang berdiri di atas tanah seluas 1.450.000 kaki persegi, menjadikannya kediaman kerajaan terbesar di dunia. Palacio de Madrid yang selesai dibuat oleh Philip V di lokasi bekas kastil Moor dari abad pertengahan, pada 1755, saat ini hanya digunakan untuk acara-acara seremonial. Sementara keluarga kerajaan tinggal di Istana Zarzuela yang lebih sederhana di luar kota Madrid. 

Palacio de Madrid menjadi tempat tinggal keluarga kerajaan hingga tahun 1931 seiring bergantinya sistem monarki menjadi republik. Usaha militer Spanyol menumbangkan republik berujung Perang Sipil Spanyol yang dimenangkan Jenderal Franco.

Franco yang berkuasa hingga kematiannya pada tahun 1975, merestorasi sistem monarki dan menunjuk Raja Juan Carlos I sebagai penggantinya. Juan Carlos I memimpin transisi Spanyol kembali menjadi negara demokrasi. Juan Carlos I memilih Istana Zarzuela sebagai kediamannya, di mana Raja Felipe yang berkuasa saat ini juga tinggal.*