Islam sudah menjadi kultur budaya di Amerika jauh sebelum para perompak dari Eropa datang. Sayangnya, meski datang lebih telat 700 tahun dari pelaut dan pengembara Islam, bangsa Eropalah yang dikenang sebagai penemu benua ini.
Gelombang kedatangan Islam keempat yaitu para imigran dari timur tengah khususnya Lebanon, Palestina, dan Suriah. Mereka adalah korban yang lari dari amukan perang agama. Walau sebagian besar dari mereka beragama Kristen, tapi terdapat sebagian kecilnya adalah muslim. Salah satu keluarga muslim yang terkenal adalah keluarga Menem, yang salah satu generasinya menjadi presiden Argentina yaitu Carlos Menem. Di Argentina sendiri bermukim kurang lebih 3 juta umat Islam, yang mana merupakan tempat tinggal muslim terbesar di Amerika Latin.*
Benua
ini sesungguhnya merupakan koloni dagang bangsa Afrika Barat dan Arab muslim.
Namun, cerita kedatangan Islam di benua ini hilang tanpa bekas. Ketika bangsa
kulit putih datang dan merampas kemerdekaan penduduk pribumi, sejak itu juga
Islam hilang dari tanah ini.
Gelombang kedatangan Islam
Sekitar abad ke-10 umat Islam telah berada di dunia baru yang kemudian disebut Benua Amerika. Bahkan interaksi dengan Suku Indian telah terjalin sehingga lahirlah Indian Muslim. Dari sinilah awal dimulainya hubungan antara Islam dengan benua Amerika, dan ternyata jauh sebelum kedatangan Columbus.
Kedatangan pemukim Eropa dalam jumlah besar menggeser wilayah koloni bangsa Indian hingga orang Indian terdesak dan kehilangan tanah airnya. Sedangkan di Amerika Latin yang dijajah Spanyol dan Portugis, bangsa Indian kehilangan peradaban besar dan sejumlah emas mereka dijarah.
Sejak abad 15 sampai 16 Indian Muslim mengalami tekanan yang besar. Gelombang kedatangan Islam kedua baru terjadi pada masa perbudakan. Budak-budak dari Afrika Barat di bawa ke Amerika, sebagian besar budak itu adalah muslim. Tertekan kehilangan hak azasi, sebagian besar budak Afrika menyembunytikan identitas keislaman mereka.
Gelombang Kedatangan Islam ketiga terjadi pada abad 19. Pekerja yang dibawa oleh bangsa kolonial diperkerjakan di ladang-ladang perkebunan di benua Amerika Selatan bagian utara, seperti Guyana dan Suriname. Orang-orang Inggris membawa kuli atau pekerja dari India dan Pakistan yang sebagian dari mereka adalah Muslim. Sedangkan orang Belanda mengangkut orang Jawa ke Suriname. Para bekas pekerja ini yang kemudian melahirkan generasi Islam di Guyana dan Suriname.
Gelombang kedatangan Islam keempat yaitu para imigran dari timur tengah khususnya Lebanon, Palestina, dan Suriah. Mereka adalah korban yang lari dari amukan perang agama. Walau sebagian besar dari mereka beragama Kristen, tapi terdapat sebagian kecilnya adalah muslim. Salah satu keluarga muslim yang terkenal adalah keluarga Menem, yang salah satu generasinya menjadi presiden Argentina yaitu Carlos Menem. Di Argentina sendiri bermukim kurang lebih 3 juta umat Islam, yang mana merupakan tempat tinggal muslim terbesar di Amerika Latin.*
![]() |
| Budak-budak dari Afrika Barat sebagian besar adalah Muslim |


