Profesor Barry Fell pensiunan dosen dari Harvard University dan juga anggota dari American Academy of Science dan Seni, Royal Society, epigrafi Society dan Masyarakat Penemuan Ilmiah dan Purbakala, bersikeras tentang kedatangan Islam di Amerika pada tahun 650-an.
Ia pendapat pada kaligrafi Cufic adalah peradaban yang ditemukan di berbagai penggalian di seluruh Amerika. Jika kata-kata Profesor Fell memiliki nilai kebenaran, maka umat Islam telah tiba di Amerika selama era Khalifah Utsman, atau setidaknya di masa Ali, khalifah keempat.
Tulisan “In the Name of Allah” dan batu bantalan tulisan “Muhammad adalah Nabi Allah”


Laksamana Muslim China Cheng Ho yang Tiba Lebih Dulu di Amerika
Sekitar 70 tahun sebelum Columbus menancapkan benderanya di tanah Amerika, seorang laksamana kebangsaan China, Cheng Ho, ternyata sudah terlebih dahulu datang ke sana. Gavin Menzies, seorang mantan perwira Angkatan Laut Kerajaan Inggris, menjelaskan teorinya tentang pelayaran Laksamana Cheng Ho. Bersama bukti-bukti yang ditemuinya dari catatan sejarah, dia lantas membuat kesimpulan Cheng Ho ‘mengalahkan’ Columbus dengan jarak (perbedaan) waktu sekitar 70 tahun. Penjelasan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Menzies menunjukkan sebuah peta sebelum Columbus memulai ekspedisinya, lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Cheng Ho yang disandarkan sebagai bahan bukti. Ada juga Matt Rosenberg, seorang ahli geografi terkemuka dunia mengungkapkan, ekspedisi laut yang dipimpin Cheng Ho telah dilakukan 87 tahun sebelum Christopher Columbus. Tak hanya itu, ekspedisi arung samudera yang dilakukan Cheng Ho juga jauh lebih awal dari penjelajah asal Portugis, Vasco da Gama dan petualang asal Spanyol, Ferdinand Magellan.
Cheng Ho adalah seorang kasim muslim yang menjadi orang kepercayaan Kaisar Yongle dari Tiongkok (berkuasa tahun 1403-1424), kaisar ketiga dari Dinasti Ming. Nama aslinya adalah Ma He, juga dikenal dengan sebutan Ma Sanbao. Columbus juga mengakui bahwa pada 21 Oktober 1492, 70 tahun dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Kuba, ia melihat sebuah masjid (berdiri di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sampai saat ini sisa-sisa reruntuhan masjid telah ditemukan di Kuba, Mexico, Texas dan Nevada.
Peninggalan lainnya yang bisa menjelaskan keberadaan Islam di benua itu adalah adanya reruntuhan masjid yang di menaranya terdapat lengkap tulisan ayat-ayat Al Qur’an. Selain ditemukan di Cuba, juga di Mexico, Texas, dan Nevada. Ada juga prasasti dalam bahasa Arab di lembah sungai Misisipi dan Arizona. Dari prasasti tersebut dapat diperoleh keterangan bahwa para imigran itu juga membawa gajah dari Afrika.*
![]() |
| Laksamana Muslim China Cheng Ho yang Tiba Lebih Dulu di Amerika |


