Tiongkok memiliki beberapa wilayah yang penduduknya lebih banyak beragama muslim. Di antaranya adalah Kampung Muslim di Kota Xian, sebuah kota kecil yang indah dengan sejarah Islamnya yang menarik.
Islam dan Suku Hui
Saat memasuki Kota Xian, kita bisa langsung melihat 2000 patung tembikar prajurit beserta kuda perangnya. Benteng kokoh mengelilingi kota yang berdiri sejak jaman Dinasti Ming pada tahun 1370 Masehi seluas 14 km2, lengkap dengan gerbang gate yang terdapat di beberapa titik.
Surganya Kuliner Muslim
Kota Xian adalah kota tua nan eksotis, ibu kota dari Provinsi Shaaxi. Pada masa Dinasti Tang, Provinsi Shaaxi dikenal dengan sebutan Chang’an. Kota ini menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Tiongkok karena dikenal sebagai tempat penemuan arkeologi Terracotta Warriors and Horses.
Konon, Kota Xian adalah kota tumbuhnya Islam setelah Arab. Ditelisik dari sejarahnya, Islam diperkirakan sudah masuk ke Kota Xian pada sekitar abad ke-7. Ini dibuktikan dengan keberadaan Great Mosque Xian yang berdiri sejak tahun 742 Masehi. Bahkan, Xian masuk dalam salah satu titik yang dilewati dalam Jalur Sutera di tahun 1600-an. Kota Xian saat ini dihuni oleh lebih 5 juta penduduk. Sejumlah 60.000 orang di antaranya beragam muslim. Mereka tinggal di sebuah kawasan muslim tertua di Tiongkok, yang sering disebut Kampung Muslim di Kota Xian.
Islam dan Suku Hui
Saat memasuki Kota Xian, kita bisa langsung melihat 2000 patung tembikar prajurit beserta kuda perangnya. Benteng kokoh mengelilingi kota yang berdiri sejak jaman Dinasti Ming pada tahun 1370 Masehi seluas 14 km2, lengkap dengan gerbang gate yang terdapat di beberapa titik.
Sebagian besar warga Kota Xi’an adalah keturunan Suku Hui yang merupakan salah satu dari lima suku terbesar di Tiongkok. Islam masuk ke Xian dari para pedagang Arab dan Persia. Suku Hui sangat terbuka menerima masuknya Islam. Maka, Suku Hui pun menjadi salah satu etnis terbesar yang memeluk Islam. Namun, saat itu Islam masih minoritas sehingga perkembangannya mengalami naik turun. Kaum Muslim di sana pernah terancam di tahun 1966-1976 kala Revolusi Kebudayaan China. Suku Hui dilarang untuk beribadah dan pemerintah menghancurkan masjid. Al Quran dibakar dan para pemimpin kaum muslim dipenjara.
Kampung Muslim berada di sebelah utara Drum Tower Bell, salah satu menara yang berada di sisi tembok selatan, di Kota Xian. Perkampungan muslim ini sudah ada sejak sekitar 1.400 tahun lalu, dan disebut ‘Muslim Quarter’ atau ‘Hui People’s Street, atau Islamic Street, suatu kawasan yang mayoritas penduduknya adalah masyarakat Suku Hui yang beragama Islam. Luasnya 1.800 m2. Muslim Quarter menjadi kawasan tersibuk di Kota Xi'an, sekaligus tujuan favorit wisatawan. Pengaruh Arab terlihat pada penulisan deklarasi Muslim di pintu gerbang utama pintu masuk Kamping Muslim, yang berbunyi, “Tuhan itu satu, dan kita di bawah satu naungan Tuhan.
Muslim Quarter mulai ramai sejak pukul 18.00 waktu setempat. Wisatawan berbondong-bondong menyambangi kawasan ini untuk berburu makanan, melihat aneka souvenir dan memotret suasana kawasan Muslim.
Great Mosque Mesjid dengan Bangunan seperti Kelenteng
Di Kota Xian sendiri terdapat 10 masjid. Mesjid yang paling bersejarah berada dekat dengan Muslim Quarter, yaitu Great Mosque Xian. Masjid yang termasuk dalam salah satu masjid terindah di dunia ini konon dibangun pada masa Dinasting Ming dan menjadi mesjid tertua yang ada di Tiongkok. Masjid ini ditemukan oleh Laksamana Cheng Ho, penjelajah China yang merupakan penganut Islam. Yang unik, mesjid ini dibangun dengan desain mirip kuil. Bangunannya terdiri kayu. Tidak ada kubah yang besar atau menara masjid yang menjulang tinggi. Kita akan melihat bangunan seperti kelenteng. Atap masjidnya berbentuk runcing seperti yang biasa kita lihat di kelenteng. Beberapa pagoda yang sebenarnya berfungsi sebagai menara masjid juga bisa kita lihat di sana. Taman-taman yang penuh pepohonan hijau memberikan nuansa teduh dan ketenangan.
Great Mosque Xian memiliki luas 13 ribu meter persegi, dengan 6 ribu meter persegi sebagai bangunan utamanya. Di dalam area masjid, ada beberapa bangunan seperti rumah yang menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Dinasti Ming, seperti piring, guci sampai kursi. Di bagian tengahnya, adalah bangunan utama dari Great Mosque Xian. Mampu menampung ratusan orang dan terbagi dalam dua bagian, inilah tempatnya umat Muslim untuk beribadah. Ukiran ayat-ayat Al Quran di dindingnya yang terbuat dari kayu terlihat menawan. Sepanjang dindingnya penuh dengan pajangan kaligrafi. Tahun 1985, Great Mosque Xian masuk dalam daftar Islamic Heritage List dari UNESCO.
Surganya Kuliner Muslim
Kota Xian disebut juga sebagai ‘Surganya kuliner Muslim Cina’. Salah satu jenis makanan halal yang paling terkenal di kota ini adalah Roupaomo sejenis bakmi daging kambing yang berisi suun, daging kambing, dan adonan bakmi yang dipotong kotak-kotak. Selain Roupaomo, di kota ini juga tersedia makanan ala timur tengah seperti Roti Cane ataupun Kare.
Sementara itu di sepanjang jalan di Muslim Quarter kita akan menemukan beragam camilan khas Muslim Hui, seperti Rou Jia Mo (burger ala China) yang diisi daging sapi atau kambing, juga kebab isi daging domba yang sangat nikmat. Muslim Quarter juga jadi tujuan para backpacker karena harga makanannya cukup terjangkau. Makan-makanan di Muslim Quarter dan di jalan-jalan di Kota Xian bersertifikat halal atau ‘Qingzhen’ dalam bahasa Mandarin. Namun, kita tidak akan menemukan kopi di sini. Teh hijau panas, atau air sirup berwarna cokelat yang rasanya seperti larutan gula merah yang lebih banyak kita temui. (berbagai sumber)






