Sembunyi di Toilet

Meski tugas mereka sama seperti petugas laki-laki, tetapi sosok Satpol PP perempuan diharapkan mampu meredam emosi yang kerap terjadi saat ada penertiban. 




Tak jarang pula perang batin mereka rasakan ketika tugas mereka bertolak belakang dengan hati nurani seorang perempuan. Harus menggusur para pedagang yang melanggar peraturan daerah sementara para pedagang itu adalah tulang punggung keluarga. “Perang batin pasti kami rasa, sejujurnya kami kasian jika sedang operasi seperti itu tapi demi tugas dan ketertiban kami harus melakukan,” tutur Nunung, Eva, Dwi dan Erni.


Satpol PP Beraksi Menangkap Joki
Banyak kejadian tidak menyenangkan saat melakukan operasi, termasuk diejek atau dimarahi oleh para korban razia. Namun mereka harus bisa menahan diri. Satpol PP perempuan dipastikan lebih santun dan tidak mengedepankan emosi saat menghadapi permasalahan di lapangan. “Menghadapi waria yang marah-marah saat kena jaring, atau ibu-ibu yang ngomong kasar saat kita tertibkan karena menjadi joki. Meski kesal, tapi kita jangan sampai membalas, soalnya kita harus tetap ramah sama warga,” sambung Feni. Menghadapi kondisi yang selalu menantang dirinya, membuat Feni harus menahan segenap emosi yang bergejolak dalam dirinya. Rasa sabarnya kini berbuah manis. Feni sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil golongan IIB dan itu adalah sebuah bukti kemajuan karirnya.

Baca juga: Gagah tetapi lembut di lapangan

Menjadi Satpol PP juga harus siap dengan segala kemungkinan. Tidak hanya dilempari batu, Dwi pernah hampir kehilangan nyawanya. “Itu kejadiaannya saat saya sedang tugas malam dan hanya ada 3 perempuan satpol PP di lokasi. Saat itu kami turun untuk razia lapak. Kemudian warga rusuh. Mereka malah berontak dan mengepung kami. Ada yang membawa batu, celurit, pisau, dan barang berbahaya lainnya. Saya bersembunyi di toilet umum untuk menyelamatkan diri. Dalam hati saya sudah pasrah jika memang nyawa saya harus hilang kala itu. Tapi alhamdullilah saya masih dilindungi,” cerita Dwi dengan seru. Lain lagi dengan Eva Mulyani saat ia sedang mengadakan pembongkaran hunian liar di kawasan Duren Sawit. Kala itu ada seorang ibu membuka seluruh pakaiannya sebagai bentuk protes karena tidak mau dibongkar. “Pas liat itu, saya langsung cepat menutupi tubuhnya dengan sarung. Itulah salah satu fungsi satpol PP perempuan, yaitu memback up satpol PP laki-laki jika ada urusan seperti ini,” tukas Eva.*