Pelaku Kejahatan Online Memilih Korban Perempuan karena Perempuan Cepat dalam Merespon

Erna Marina Kusuma M.Psi, Australian Psychology Society membership (foreign Affiliaton), saat dihubungi via telepon mengungkapkan bahwa perempuan cepat dalam merespon, sehingga itulah alasan mengapa pelaku kejahatan online lebih mengincar korban perempuan.





Internet adalah suatu media yang bisa diterima dan digunakan dengan mudah oleh siapa saja dan kapan saja. Intensitas masyarakat dengan internet kian dekat di masa sekarang ini. Tak pelak membuat beberapa pihak memanfaatkan fenomena ini untuk mengambil keuntungan dengan cara yang tidak tepat.
"Seperti yang terjadi dalam kasus penipuan yang dilakukan WNA melalui jejaring internet, mereka melibatkan banyak wanita yang dijadikan korbannya dengan modus pemerasan akibat keluarganya terlibat kasus hukum yang ternyata hanyalah fiktif. Wanita pada hakikatnya menggunakan emosinya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan pria yang cendrung menggunakan logika. Wanita lebih sering berkata, "Saya merasa…," sedangkan Pria, "Saya pikir...," seperti itu contohnya. Karena itulah, terkait modus ini pelaku cendrung memilih perempuan sebagai korbannya. Perempuan adalah mahkluk yang berpikir dengan emosi rasional dan hanya melihat apa yang ia rasakan. Pada prinsipnya wanita lebih mudah cemas dan cepat dalam merespon."


Baca juga: Indonesia Menjadi Lokasi Kejahatan Online International


Meski banyak wanita telah belajar menangani masalah tetap saja yang namanya Insting naluri keibuan karena itu merupakan sifat alami yang ada dalam diri setiap wanita. Sebagai wanita agar kita bisa membentengi diri dari modus seperti itu, baiknya jangan cepat cepat bertindak.

Pikir dulu, dan komunikasikan dengan orang terdekat dalam hal ini suami contohnya. Wanita itu kalau ada masalah ingin berbagi, sedagkan Pria cedrung diam berfikir. Nah untuk itu manfaatkan keinginan sharing itu sebagai wadah agar kita bisa membagi kecemasan yang kita rasakan. Dengan begitu beban terasa lebih ringan dan berpikirpun menjadi lebih tenang.

Comments