“Alfa dan Delta adalah sebagian dari anjing hebat yang kami miliki di JR. Mereka berjenis golden retriver,” ujar Fitriana sambil mengelus Delta yang nampak begitu manja kepadanya. “Ini Delta, usianya tiga tahun satu bulan. Delta dan Alfa itu bersaudara. Mereka lahir barengan dengan enam saudara lainnya pada 12 Mafet 2012.”
Menurutnya Indonesia adalah kawasan dengan intensitas bencana yang tinggi seperti gempa, gunung meletus, tanah longsor, dan lain-lain. Juga ancaman bencana yang disebabkan oleh manusia seperti terorisme yang meledakkan gedung-gedung maupun fasilitas umum. Dalam hal penanganan bencana, biasanya yang dicari adalah korban mati. Padahal, bukan tidak mungkin masih banyak korban hidup yang akhirnya tida tertolong akibat terlambat ditemukan karena pencarian masih menggunakan kemampuan manusia untuk menggali atau menyisir lokasi. “Nah kami, tim Sardog hadir untuk membantu dengan bantuan anjing pelacak,” ujar Fitriana yang bergabung dengan JR sejak 2005. “Sampai saat ini ada sekitar 20-an anjing pelacak yang kami miliki jenis golden retriever, labrador, dan rotweiller.”
Ketika di Nepal, Alfa dan Delta nampak tangguh dan profesional. Dua anjing pelacak tidak terlihat stress atau jenuh. Keduanya begitu setia menjalankan tugasnya. “Dalam mencari korban di bawah reruntuhan, anjing paling membantu. Hidung mereka memiliki kekuatan 40 kali lebih peka dari penciuman manusia,” ujar perempuan yang sering disapa Pipit ini. Di Nepal, Delta bekerja kurang dari 10 menit ketika menyisir daerah Dharmastali, Khatmandu. “Mendadak dia menyalak saat berada di tumpukan batu bata dan kayu. Trus dia mundur dan kembali menggong saat maju melangkah. Itu artinya ada mayat di reruntuhan itu.” Fitriana menjelaskan timnya tidak bertugas mengevakuasi jasad korban. Mereka hanya meneruskan kabar penemuan mayat ke pihak yang berwenang.
Mereka sempat mengalami kesulitan terkait dengan perijinan anjing masuk pesawat ketika berangkat ke Nepal. Tidak semua pesawat bisa menerima anjing, begitu juga dengan hotel. “Tiket anjing bisa sampai 3 kali lipat tiket manusia. Belum lagi secara psikologis, yang kita bawa itu hewan. Kalau manusia kan tinggal ngomong aja mau apa atau gimana. Kita harus pikirkan kenyamanan dan keamanannya saat terbang. Untunglah akhirnya semua berjalan baik. Kita bisa mengecek anjing setap saat ketika transit di Dhaka, lalu transit di Aceh, pokoknya kami bisa mengecek Alfa dan Delta kapan saja.”
Membaktikan diri bersama JR bertahun-tahun akhirnya menumbuhkan kedekatan antara Fitriana dengan sang pendiri JR. Mereka pun menikah pada 13 April 2008.
Tim Sar Dog JR sudah mendapatkan 3 sertifikat dari dunia atas keberhasilannya selama 20 tahun mengabdi pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sertifikat tersebut membuat tim Sar Dog JR bisa bertugas dalam misi penyelamatan bencana di seluruh dunia. (Erin/ft. Pram/Ist. Ditayangkan untuk Majalah Puan Pertiwi edisi 7/2015)
Ketika di Nepal, Alfa dan Delta nampak tangguh dan profesional. Dua anjing pelacak tidak terlihat stress atau jenuh. Keduanya begitu setia menjalankan tugasnya. “Dalam mencari korban di bawah reruntuhan, anjing paling membantu. Hidung mereka memiliki kekuatan 40 kali lebih peka dari penciuman manusia,” ujar perempuan yang sering disapa Pipit ini. Di Nepal, Delta bekerja kurang dari 10 menit ketika menyisir daerah Dharmastali, Khatmandu. “Mendadak dia menyalak saat berada di tumpukan batu bata dan kayu. Trus dia mundur dan kembali menggong saat maju melangkah. Itu artinya ada mayat di reruntuhan itu.” Fitriana menjelaskan timnya tidak bertugas mengevakuasi jasad korban. Mereka hanya meneruskan kabar penemuan mayat ke pihak yang berwenang.
Mereka sempat mengalami kesulitan terkait dengan perijinan anjing masuk pesawat ketika berangkat ke Nepal. Tidak semua pesawat bisa menerima anjing, begitu juga dengan hotel. “Tiket anjing bisa sampai 3 kali lipat tiket manusia. Belum lagi secara psikologis, yang kita bawa itu hewan. Kalau manusia kan tinggal ngomong aja mau apa atau gimana. Kita harus pikirkan kenyamanan dan keamanannya saat terbang. Untunglah akhirnya semua berjalan baik. Kita bisa mengecek anjing setap saat ketika transit di Dhaka, lalu transit di Aceh, pokoknya kami bisa mengecek Alfa dan Delta kapan saja.”
Membaktikan diri bersama JR bertahun-tahun akhirnya menumbuhkan kedekatan antara Fitriana dengan sang pendiri JR. Mereka pun menikah pada 13 April 2008.
Tim Sar Dog JR sudah mendapatkan 3 sertifikat dari dunia atas keberhasilannya selama 20 tahun mengabdi pada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sertifikat tersebut membuat tim Sar Dog JR bisa bertugas dalam misi penyelamatan bencana di seluruh dunia. (Erin/ft. Pram/Ist. Ditayangkan untuk Majalah Puan Pertiwi edisi 7/2015)
Baca Berikutnya: