Sudah lama sekali aku tidak menulis apa-pun di blog ini. Lebih dari satu tahun.
Tapi baiklah, aku akan memulainya dengan sedikit cerita, bahwa sejak lepas dari Majalah Story, aku melanjutkan membangun Cokelat Kopi Management yang menaungi CK Writing.
Di sana, aku memprakarsai beberapa buku antologi, serta menjadi agen naskah untuk penerbit mayor. Masih tetap sebagai narasumber penulisan, masih tetap membuka kelas menulis di markas CK Lentang Agung, masih berangan-angan memimpin majalah dan memiliki majalah....
Aku selalu salut kepada perempuan-perempuan keren di tanah air.
Kekagumanku akhirnya menarik langkahku untuk menerima pinangan seorang kawan untuk membantunya di majalah perempuan yang saat itu akan lahir. Namun, di sini aku bukan apa-apa, hanya redaksi biasa yang kembali memulai dari nol.
Tapi baiklah, aku akan memulainya dengan sedikit cerita, bahwa sejak lepas dari Majalah Story, aku melanjutkan membangun Cokelat Kopi Management yang menaungi CK Writing.
Di sana, aku memprakarsai beberapa buku antologi, serta menjadi agen naskah untuk penerbit mayor. Masih tetap sebagai narasumber penulisan, masih tetap membuka kelas menulis di markas CK Lentang Agung, masih berangan-angan memimpin majalah dan memiliki majalah....
Aku selalu salut kepada perempuan-perempuan keren di tanah air.
Kekagumanku akhirnya menarik langkahku untuk menerima pinangan seorang kawan untuk membantunya di majalah perempuan yang saat itu akan lahir. Namun, di sini aku bukan apa-apa, hanya redaksi biasa yang kembali memulai dari nol.
Apa pun itu aku mensyukurinya,
Mencoba berdamai dan menikmati apa yang ada di depan mata.
Suatu hari, aku mendapat tugas mewawancarai menteri menteri perempuan yang baru saja dilantik di era Jokowi. Dan ini menjadi semangatku ketika berhasil menanti mereka secara 'door stop'. Wawancara ini sudah ditayangkan di Majalah Puan Pertiwi edisi perdana.
Sejak muda, beliau aktif pada kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan. Beberapa penghargaan telah ia raih terkait dengan prestasi dan baktinya di bidang sosial. Ada penghargaan yang cukup kuat dalam ingatannya, yaitu sebagai tokoh penggerak masyarakat yang pernah diperoleh dari Islamic Fair of Indonesia tahun 2011/1433H.
Mencoba berdamai dan menikmati apa yang ada di depan mata.
Suatu hari, aku mendapat tugas mewawancarai menteri menteri perempuan yang baru saja dilantik di era Jokowi. Dan ini menjadi semangatku ketika berhasil menanti mereka secara 'door stop'. Wawancara ini sudah ditayangkan di Majalah Puan Pertiwi edisi perdana.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
Amanah dan Tanggung Jawab
Amanah dan Tanggung Jawab
| Saat aku meminta tanda tangan dan ucapan selamat untuk Majalah Puan Pertiwi |
Siang hari itu matanya berkaca-kaca. Di depan puluhan wartawan yang ikut menghadiri acara Serah Terima Jabatan di Kemensos, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2004 lalu, perempuan kelahiran Surabaya, 19 Mei 1965, itu nampak terharu. Pemilihannya sebagai Menteri Sosial dianggapnya sebagai amanah yang layak disyukuri dan diwujudkan dalam bentuk kerja nyata. "Sebelumnya saya tak mendapat firasat apa-apa kecuali ada perasaan yang hangat, itu saja. Ini amanah, saya harus melaksanakan amanah ini sebaik-baiknya," ujar ibu empat anak ini sambil berusaha menahan air mata harunya. Hari itu, beliau dan seluruh karyawannya kompak menggunakan batik. “Supaya seragam, dan terlihat rapih dan kompak,” ujarnya lagi. Beberapa wartawan berseru agar Khofifah jangan meneteskan air mata lagi agar nampak cantik saat difoto.
Sejak muda, beliau aktif pada kegiatan sosial dan organisasi kemasyarakatan. Beberapa penghargaan telah ia raih terkait dengan prestasi dan baktinya di bidang sosial. Ada penghargaan yang cukup kuat dalam ingatannya, yaitu sebagai tokoh penggerak masyarakat yang pernah diperoleh dari Islamic Fair of Indonesia tahun 2011/1433H.
Mengenai rencana ke depan dalam jangka pendek, perempuan yang pernah menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1999 hingga 2001 ini, tidak membuat program khusus selama 100 hari pertamanya. “Kita di sini akan sesuaikan dengan pengenalan masalah dan program yang ada,” ujarnya. Khofifah mengaku, pihaknya akan mengkaji kategorisasi kemiskinan terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan agar program pemberantasan kemiskinan bisa berjalan dengan baik. "Kalau sebelumnya kan ada rentan miskin, hampir miskin, miskin, dan sangat miskin. Nah, kita belum tahu mau pakai itu, apa mau ada pendefinisian baru," ujar Khofifah. "Pokoknya saat ini, sesuai dengan perintah Presiden: 'kerja, kerja, kerja', kita akan langsung bekerja," katanya. "Sebelum menjadi menteri saya bekerja 24 jam tanpa dibayar, apalagi sebagai menteri yang dibayar," tuturnya lagi disambut gelak tawa para hadirin. Dr H Salim Segaf Al-Jufri, mantan Menteri Sosial yang juga hadir dalam acara Serah Terima Jabatan itu, mengatakan kebahagiaan dan kebanggaannya saat mengethui bahwa penggantinya adakah Khofifah, “Dia orang yang tepat. Saya lega dan tenang. Sungguh saya bersyukur,” ujarnya tulus, disambut airmata terharu dari Khofifah. “Beberapa hari menjelang mengumuman, saya seperti mendapat firasat, selalu ingat namanya,” selorohnya.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi
Diplomatik Itu Peluang
| ft Erin |
“Tentu saja ini adalah amanah, saya bersyukur,” ujar Retno LP Marsudi, yang terpilih sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Marty Natalegawa.
Perempuan kelahiran Semarang, 27 November 1962, sebelumnya adalah Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda. Beliau telah dua kali menjadi Duta Besar dan merupakan seorang diplomat karir. Ketika ditanya bagaimana perasaannya saat Jokowi menyebutnya sebagai perempuan kebanggaan bangsa yang berprestasi, lulusan Hubungan Internasional UGM angkatan 1981 ini hanya tersenyum. Mata cemerlangnya menyorotkan kebahagiaan yang dalam.
Retno Lestari Priansari Marsudi nama lengkapnya. Dikenal sebagai sosok pekerja keras, tegas, dan visioner. Informasi yang saya peroleh, bahwa sosok ini adalah pemegang rekor Duta Besar termuda yang pernah dimiliki oleh negara Indonesia. Kepribadian dan ketegasan juga kecerdasannya memang memukau banyak kalangan, sampai-sampai presiden pun memujinya.
Saat saya menemui perempuan yang pernah mengambil magister dari Haagsche Hoope School Den Haag usai acara pelantikan di istana negara, beliau mengaku sedang diburu jadwal berikutnya yaitu rapat kabinet yang akan berangsung sore hari itu juga. Beliau belum bisa mengabarkan rencana jangka panjang dan jangka pendeknya. Namun, Retno memberi sedikit informasi, bahwa dalam rapat tersebut akan dibahas soal keikutsertaan Indonesia di kancah forum-forum penting dunia, juga poin-poin yang akan jadi fokus Kemenlu di bawah kepemimpinannya. Ketika disinggung soal pemanggilannya, Retno mengaku datang ke Istana pada hari Minggu, “Saya diminta untuk datang ke Istana dengan memakai seragam putih dan menghadiri jamuan teh,” tutur Retno.
Retno LP Marsudi diyakini memiliki filosofi yang sejalan dengan presiden. Sosoknya yang cerdas dan terbuka dengan perubahan, tentu akan menjadi jalan bagi karirnya di kementrian. Retno juga memiliki konsep bahwa Indonesia di tingkat internasional akan lebih mengutamakan diplomasi ekonomi.
“Diplomasi itu membuka peluang, memberi jembatan, menjembatani perbedaan,” tuturnya sambil tersenyum penuh semangat. Di tangan perempuan cantik inilah politik luar negeri Indonesia akan dibentuk.
Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno
Mana yang Urgent DilakukanHanya senyum mengembang yang diberikannya saat saya mendatanginya usai pelatikan dan sidang Kabinet Kerja Jokowi di Istana Negara. Tak banyak yang keluar dari bibirnya selain ucapan terima kasih. Perempuan kelahiran Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958 itu terpilih menjadi Menteri BUMN dalam Kabinet Kerja Jokowi. Sebelum itu, Rini dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Tim Transisi pada masa kampanye dengan bantuan empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faisal.
Ibu tiga orang anak ini pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dan Direktur Utama beberapa perusahaan, di antaranya PT. Astra Internasional. Ia juga pernah menjadi Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasionl (BPPN), Jakarta, pada 1998. Karirnya cemerlang karena beliau adalah sosok pintar yang lincah dan berpengalaman. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana pada Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, Amerika Serikat, pada 1981. Rini Soemarno juga pernah mendapat penghargaan Pemimpin Puncak Terpuji pada 1995 dari Majalah Swa Sembada.
“Semoga bisa menjalankan amanat ini dengan baik,” akhirnya kalimat itu terlontar dari mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Saat ditanya lebih jauh mengenai rencana-rencananya, beliau berkata singkat, “Memastikan konsep program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) berjalan lancar,” tutur Rini. Beliau juga memiliki ambisi untuk membangun sekolah perawat. "Salah satu yang menjadi perhatian utama saya adalah di BUMN banyak punya rumah sakit. Bagaimana mungkin kan BUMN membangun sekolah perawat." Lalu apa yang pertama kali anti dilakukan sebagai menteri? “Sebaiknya membicarakan soal cara kerja dulu. Bagaimana cara kerja saya supaya efektif. Yang urgent dilakukan apa..."
Perempuan kelahiran Semarang, 27 November 1962, sebelumnya adalah Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda. Beliau telah dua kali menjadi Duta Besar dan merupakan seorang diplomat karir. Ketika ditanya bagaimana perasaannya saat Jokowi menyebutnya sebagai perempuan kebanggaan bangsa yang berprestasi, lulusan Hubungan Internasional UGM angkatan 1981 ini hanya tersenyum. Mata cemerlangnya menyorotkan kebahagiaan yang dalam.
Retno Lestari Priansari Marsudi nama lengkapnya. Dikenal sebagai sosok pekerja keras, tegas, dan visioner. Informasi yang saya peroleh, bahwa sosok ini adalah pemegang rekor Duta Besar termuda yang pernah dimiliki oleh negara Indonesia. Kepribadian dan ketegasan juga kecerdasannya memang memukau banyak kalangan, sampai-sampai presiden pun memujinya.
Saat saya menemui perempuan yang pernah mengambil magister dari Haagsche Hoope School Den Haag usai acara pelantikan di istana negara, beliau mengaku sedang diburu jadwal berikutnya yaitu rapat kabinet yang akan berangsung sore hari itu juga. Beliau belum bisa mengabarkan rencana jangka panjang dan jangka pendeknya. Namun, Retno memberi sedikit informasi, bahwa dalam rapat tersebut akan dibahas soal keikutsertaan Indonesia di kancah forum-forum penting dunia, juga poin-poin yang akan jadi fokus Kemenlu di bawah kepemimpinannya. Ketika disinggung soal pemanggilannya, Retno mengaku datang ke Istana pada hari Minggu, “Saya diminta untuk datang ke Istana dengan memakai seragam putih dan menghadiri jamuan teh,” tutur Retno.
Retno LP Marsudi diyakini memiliki filosofi yang sejalan dengan presiden. Sosoknya yang cerdas dan terbuka dengan perubahan, tentu akan menjadi jalan bagi karirnya di kementrian. Retno juga memiliki konsep bahwa Indonesia di tingkat internasional akan lebih mengutamakan diplomasi ekonomi.
“Diplomasi itu membuka peluang, memberi jembatan, menjembatani perbedaan,” tuturnya sambil tersenyum penuh semangat. Di tangan perempuan cantik inilah politik luar negeri Indonesia akan dibentuk.
Menteri BUMN Rini Mariani Soemarno
Mana yang Urgent DilakukanHanya senyum mengembang yang diberikannya saat saya mendatanginya usai pelatikan dan sidang Kabinet Kerja Jokowi di Istana Negara. Tak banyak yang keluar dari bibirnya selain ucapan terima kasih. Perempuan kelahiran Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958 itu terpilih menjadi Menteri BUMN dalam Kabinet Kerja Jokowi. Sebelum itu, Rini dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Tim Transisi pada masa kampanye dengan bantuan empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faisal.
Ibu tiga orang anak ini pernah menjabat sebagai Presiden Direktur dan Direktur Utama beberapa perusahaan, di antaranya PT. Astra Internasional. Ia juga pernah menjadi Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasionl (BPPN), Jakarta, pada 1998. Karirnya cemerlang karena beliau adalah sosok pintar yang lincah dan berpengalaman. Beliau menyelesaikan pendidikan sarjana pada Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, Amerika Serikat, pada 1981. Rini Soemarno juga pernah mendapat penghargaan Pemimpin Puncak Terpuji pada 1995 dari Majalah Swa Sembada.
“Semoga bisa menjalankan amanat ini dengan baik,” akhirnya kalimat itu terlontar dari mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Saat ditanya lebih jauh mengenai rencana-rencananya, beliau berkata singkat, “Memastikan konsep program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) berjalan lancar,” tutur Rini. Beliau juga memiliki ambisi untuk membangun sekolah perawat. "Salah satu yang menjadi perhatian utama saya adalah di BUMN banyak punya rumah sakit. Bagaimana mungkin kan BUMN membangun sekolah perawat." Lalu apa yang pertama kali anti dilakukan sebagai menteri? “Sebaiknya membicarakan soal cara kerja dulu. Bagaimana cara kerja saya supaya efektif. Yang urgent dilakukan apa..."
Comments
Post a Comment