Tuhan seringkali memberi hadiah tak terduga.
Hasil pelatihan anak-anak didik saya di CK Writing yang mengikuti session WTC II di Anyer, adalah berupa buku antologi yang sebelumnya tak pernah saya bayangkan. Terbitnya pun berdekatan dengan ulang tahun CK Writing yang kedua. Seperti sebuah kesengajaan, padahal sama sekali tidak.
Kebiasaan CK Writing di tiap session acara yang diselenggarakan adalah membuat sebuah karya. Karya yang terbaik akan dimuat di Majalah Story atau Gaul atau majalah lain yang bisa menjadi acuan.
Tuhan mendengar doa-doa saya, untuk kali ini karya peserta pelatihan tak cuma muncul di majalah tetapi juga dibukukan oleh sebuah penerbit besar, Elex Media Komputindo. Jadilah seri antologi CeKers Journey; yaitu "Uniform" dan "Culun Love Story". Alhamdulillah.
Di CK Writing, selain diajarkan menulis fiksi, mereka juga diarahkan untuk bisa meliput, membuat artikel, dan turun menjadi reporter. Dalam hal ini, aku mencoba mensinergikan CK Writing dengan majalah asuhanku, Majalah Story. Story menampung liputan/berita mini dari anak-anak CeKers. Kalau semua itu menyenangkan, mengapa tidak melanjutkan menuntun mereka mereview karya? Bukankah mereview juga bagian dari pekerjaan menulis kreatif yang tak jauh beda seperti kita membuat artikel atau liputan.
Me-review, sama dengan mengkaji atau membuat kajian suatu tulisan. Ketika kita tertarik dengan suatu jurnal, buku, catatan, dll, kita mencoba memahami, mengolah referensi, juga membandingkan, dan memberikan pendapat pribadi yang mestinya sih itu semua berdasarkan referensi ilmiah, baru deh kita simpulkan tulisan tsb.
Ketika seri CeKers Journey mulai menjalar di pasaran, saya melemparkan ajang mereview dua buku tersebut. Hadiahnya sederhana, namun efeknya begitu terasa. Sayangnya masih banyak yang bingung bagaimana menulis review itu. Saat ini, saya sendiri jarang membuat review. Review seringkali saya kerjakan ketika masih kuliah dan masih menjadi reporter. Namun begitu, saya masih sangat ingat langkah-langkah membuat review. Aih, jadi ingat, dulu saya pernah bercita-cita menjadi reporter handal dengan sejuta review hebat.
Pertama kita harus menetapkan apakah review yang akan kita buat ini untuk arsip pribadi atau untuk dikirim ke media. Sama halnya dengan menulis cerpen, jika review ini akan kita kirim ke media, tentunya kita wajib tahu media apa, pangsanya, dan syarat-syarat pengiriman review.
Memilih Buku
Jika mereview ini akan kita jadikan sebagai profesi atau pekerjaan, maka bagusnya kita fokuskan saja, genre apa yang sesuai dengan kesukaan atau hobi kita. Kalau kita hobinya memelihara ikan, mungkin buku-buku yang akan kita review gak jauh dari lingkungan ikan dan sekitanya. Jenis ikan, laut, kolam, makanan ikan, dll. :D Sebab mereview juga membutuhkan pengetahua yang cukup akan bahasan yang kita review. Kalau kita sangat suka dengan dunia ikan, paling tidak kita cukup paham hal-hal yang terkait dengan ikan, sehingga review kita terhadap suatu bahasan mengenai ikan, akan lebih berbobot.
Bacalah dengan saksama dan sampai selesai buku/bahasan tersebut. Bila perlu mencatat hal-hal penting seperti kutipan bagus, pemikiran mendalam sang penulis atau kesalahan penulisan. Mendingan siapkan note kecil untuk orat-oret :D
Bagi pe-review, membaca bukan sekedar membaca, namun melakukan pembacaan. Yaitu menajamkan sudut pandang reviewer dalam melihat karya. Kalau memang buku tersebut bagus, ya jangan asal ditulis "Buku ini bagus" tetapi tulislah uraian alasannya, misal; "Buku ini begitu tajam mengupas persoalan sosial di sekitar sudut Jakarta, bahkan sampai ke lorong-lorongnya. Penggambaran yang sempurna yang mengajak pembaca pada dunia yang selama ini tak terjamah. Penulis mampu menghidupkan blablabla...." Begitu juga kalau buku itu jelek, ya uraikan ekuarangannya di mana.
D Dalam setiap buku, penulis dituntut untuk memberi motivasi pada karakternya atau logika cerita dalam alur, maka sebagai pe-review (reviewer), kita juga harus melakukan pandangan yang tidak asal-asalan.
Pilih Buku Baru
Kalau pingin review-nya dimuat di media, kita kudu memilih buku-buku baru. Masyarakat membutuhkan informasi buku baru ketimbang yang lama, karena buku-buku lama sudah banyak yang mereviewnya. Tetapi sebagai latihan atau arsip pribadi, mereview buku lama juga asik kok.
Menuliskan Anatomi Buku
Gak cuma sekadar menulis uraian pandangan tentang isi buku, tetapi pe-review (reviewer) juga kudu melengkapi catatannya dengan data buku. Judul, penulis, ISBN, penerbit, editor/penyelaras kata, desain cover, tanggal terbit, harga, dan tebal buku.
Dan inilah pe-review (reviewer) yang berhasil unggul dari sekian peserta yang mengikuti ajang Review seri Buku CeKers Journey.
1. Hilal Ahmad Culun No, Love Story Yes
2. Siti Santi Bintang Itu, Kamu, Cinta
3. Ramajani Sinaga Cinta dalam Perspektif Antologi Culun Love Story
Pemenang masing-masing mendapatkan pulsa 25rb, kaus WTC, dan paket buku.
Duh, saya jadi ketagihan bikin ajang review.
Saya akan lanjut dengan ajang berikutnya Ajang Review "CeKers Unyu-unyu", dari buku karya saya yang pertama di tahun 2014.
Tuhan mendengar doa-doa saya, untuk kali ini karya peserta pelatihan tak cuma muncul di majalah tetapi juga dibukukan oleh sebuah penerbit besar, Elex Media Komputindo. Jadilah seri antologi CeKers Journey; yaitu "Uniform" dan "Culun Love Story". Alhamdulillah.
Di CK Writing, selain diajarkan menulis fiksi, mereka juga diarahkan untuk bisa meliput, membuat artikel, dan turun menjadi reporter. Dalam hal ini, aku mencoba mensinergikan CK Writing dengan majalah asuhanku, Majalah Story. Story menampung liputan/berita mini dari anak-anak CeKers. Kalau semua itu menyenangkan, mengapa tidak melanjutkan menuntun mereka mereview karya? Bukankah mereview juga bagian dari pekerjaan menulis kreatif yang tak jauh beda seperti kita membuat artikel atau liputan.
Me-review, sama dengan mengkaji atau membuat kajian suatu tulisan. Ketika kita tertarik dengan suatu jurnal, buku, catatan, dll, kita mencoba memahami, mengolah referensi, juga membandingkan, dan memberikan pendapat pribadi yang mestinya sih itu semua berdasarkan referensi ilmiah, baru deh kita simpulkan tulisan tsb.
Ketika seri CeKers Journey mulai menjalar di pasaran, saya melemparkan ajang mereview dua buku tersebut. Hadiahnya sederhana, namun efeknya begitu terasa. Sayangnya masih banyak yang bingung bagaimana menulis review itu. Saat ini, saya sendiri jarang membuat review. Review seringkali saya kerjakan ketika masih kuliah dan masih menjadi reporter. Namun begitu, saya masih sangat ingat langkah-langkah membuat review. Aih, jadi ingat, dulu saya pernah bercita-cita menjadi reporter handal dengan sejuta review hebat.
Pertama kita harus menetapkan apakah review yang akan kita buat ini untuk arsip pribadi atau untuk dikirim ke media. Sama halnya dengan menulis cerpen, jika review ini akan kita kirim ke media, tentunya kita wajib tahu media apa, pangsanya, dan syarat-syarat pengiriman review.
Memilih Buku
Jika mereview ini akan kita jadikan sebagai profesi atau pekerjaan, maka bagusnya kita fokuskan saja, genre apa yang sesuai dengan kesukaan atau hobi kita. Kalau kita hobinya memelihara ikan, mungkin buku-buku yang akan kita review gak jauh dari lingkungan ikan dan sekitanya. Jenis ikan, laut, kolam, makanan ikan, dll. :D Sebab mereview juga membutuhkan pengetahua yang cukup akan bahasan yang kita review. Kalau kita sangat suka dengan dunia ikan, paling tidak kita cukup paham hal-hal yang terkait dengan ikan, sehingga review kita terhadap suatu bahasan mengenai ikan, akan lebih berbobot.
Bacalah dengan saksama dan sampai selesai buku/bahasan tersebut. Bila perlu mencatat hal-hal penting seperti kutipan bagus, pemikiran mendalam sang penulis atau kesalahan penulisan. Mendingan siapkan note kecil untuk orat-oret :D
Bagi pe-review, membaca bukan sekedar membaca, namun melakukan pembacaan. Yaitu menajamkan sudut pandang reviewer dalam melihat karya. Kalau memang buku tersebut bagus, ya jangan asal ditulis "Buku ini bagus" tetapi tulislah uraian alasannya, misal; "Buku ini begitu tajam mengupas persoalan sosial di sekitar sudut Jakarta, bahkan sampai ke lorong-lorongnya. Penggambaran yang sempurna yang mengajak pembaca pada dunia yang selama ini tak terjamah. Penulis mampu menghidupkan blablabla...." Begitu juga kalau buku itu jelek, ya uraikan ekuarangannya di mana.
D Dalam setiap buku, penulis dituntut untuk memberi motivasi pada karakternya atau logika cerita dalam alur, maka sebagai pe-review (reviewer), kita juga harus melakukan pandangan yang tidak asal-asalan.
Pilih Buku Baru
Kalau pingin review-nya dimuat di media, kita kudu memilih buku-buku baru. Masyarakat membutuhkan informasi buku baru ketimbang yang lama, karena buku-buku lama sudah banyak yang mereviewnya. Tetapi sebagai latihan atau arsip pribadi, mereview buku lama juga asik kok.
Menuliskan Anatomi Buku
Gak cuma sekadar menulis uraian pandangan tentang isi buku, tetapi pe-review (reviewer) juga kudu melengkapi catatannya dengan data buku. Judul, penulis, ISBN, penerbit, editor/penyelaras kata, desain cover, tanggal terbit, harga, dan tebal buku.
Dan inilah pe-review (reviewer) yang berhasil unggul dari sekian peserta yang mengikuti ajang Review seri Buku CeKers Journey.
1. Hilal Ahmad Culun No, Love Story Yes
2. Siti Santi Bintang Itu, Kamu, Cinta
3. Ramajani Sinaga Cinta dalam Perspektif Antologi Culun Love Story
Pemenang masing-masing mendapatkan pulsa 25rb, kaus WTC, dan paket buku.
Duh, saya jadi ketagihan bikin ajang review.
Saya akan lanjut dengan ajang berikutnya Ajang Review "CeKers Unyu-unyu", dari buku karya saya yang pertama di tahun 2014.
Jadi buat kamu yang suka bikin review dan pingin coba-coba bertarung, yuk, cari buku "CeKers Unyu-unyu", lalu post reviewmu di blogmu, sepanjang 2500 - 3500 cws, tautkan link-nya ke group Erin n Friend, jangan lupa fotonya juga ya.
Hadiahnya, pulsa 25rb, T-Shirt cantik EnF, dan paket buku keren. Hanya untuk 3 orang. Ditunggu postingan reviewnya sampai 15 April. Yuk.

