Cara Mudah Mencipta Judul

Nyiptain judul itu paling sushaaahhh... Setidaknya saya telah mendengar kalimat itu ratusan kali.



Dulu, saya memerlukan waktu sampai seharian atau bahkan tiga harian untuk mencari judul yang tepat. Seiring waktu, saya menemukan 'cara pintas' mencipta judul. Dan kebanyakan ini berhasil. 

Belakangan tips ini saya gunakan untuk mengganti judul para penulis yang naskahnya saya edit. Terutama untuk pemilihan tagline cover di Majalah Story. Jadi saya cukup memerlukan waktu beberapa menit saja sampai menemukan judul yang 'wow'.



Saat ini judul lebih variatif, dibandingkan di masa lalu yang judulnya kebanyakan sendu dan merayu. Saya pikir, berusaha menciptakan judul yang enak didengar, enak dibaca, dan enak untuk diingat-ingat, adalah hal yang wajib mutlak. Kalau kamu pernah dengar 'peraturan' kalau judul hanya terdiri dari 3 kata, saya pikir tidak juga! No way! Tidak ada pelarangan membuat judul panjang. Itu kan tergantung kreativitas kita. 


Berikut catatan yang sempat saya posting di sebuah group di fesbuk.
..........................................................................................................>>>

Ngetik-ngetik-ngetik. Breet! Kelar deh satu naskah cerita. Eit, tapi kok bingung ngasih judulnya ya?
Nah, loh. Naskah udah selesai, tapi judulnya belum nemu. Malahan lebih lama nyari judul ketimbang bikin cerpennya.
Kalau aku, biasanya menggunakan cara ini:

Cara 1:
Aku membaca lagi keseluruhan cerita. Mengingat tema apa yang sudah aku tulis. Lalu menelusuri dialog-dialog asik di dalam cerpen itu. Adakah petikan dialog yang asik yang mewakili tema cerita tersebut? Nah, aku jadikan itu sebagai judul cerita.
Misal dalam cerpenku ada dialog seperti ini:
"Taburan bintang di atas sana, serupa taburan rinduku padamu. Banyak tak terhitung." --> nah aku petik deh kalimat yg kuanggap seru, misal 'serupa taburan bintang' sebagai judul.

Cara 2:
Aku membaca lagi keseluruhan cerita. Menelusuri kalimat-kalimat seru dalam narasi cerpen itu. Aku ambil bagian kalimat yang seru itu, dan aku jadikan itu judul cerpen.
Misal ada narasi begini:
Sampai hujan berkelir pun, Lola tak akan mengakui bahwa ia terpikat dengan musuh bubuyutannya itu. Tapi tatapan mata itu terus menghujamkan perasaan berdebar di dadanya.Di balik kerjapan konyolnya, Lola melihat sinar yang berbeda dari sebelumnya --> nah aku petik bagian yang aku anggap seru, misal: Sinar mata yang berbeda, sebagai judul.

Cara 3:
Adakah benda unik, atau setting lokasi, dalam cerpen tersebut yang menjadi bagian penting dalam cerpenku, nah aku ambil dan jadikan judul. Bila perlu aku tambahkan kalimat lain sebagai pemanis.
Misal: Bola Lampu di Sudut Kamar. Atau Percik Cinta di Kaliurang.

Catatan pendek ini, mudah-mudahan bisa berguna :)