Vignette Masa ke Masa

Vinyetku-vinyetmu - dari Ajang#EnF#03
Saat saya sedang browsing foto dan gambar di internet, saya menemukan menemukan beberapa vignette, atau yang sering kita sebut vinyet. Gambar ini mengingatkan saya pada masa-masa sekolah dulu.

Sekitar tahun 1980-an, vinyet sedang sangat digemari anak-anak muda. Bahkan, konon vinyet telah menjadi trend para tukang gambar sejak tahun 1960. Itu berarti saat ayah saya muda. Pada masa itu, anak-anak muda kerap mencurahkan isi hatinya dalam bentuk lekukan gambar yang disebut vinyet. Vinyet berasal dari bahasa Perancis Vignette yang artikan btang anggur. Lekukan dalam gambar vinyet memang seperti batang anggur yang meliuk-liuk.

Saya adalah penggemar vinyet. Walau saya tidak bisa menggambar, tetapi saya sangat senang menikmati seni vinyet. Beberapa koran menampilkan halaman untuk vinyet. Seingat saya di antaranya adalah koran Pos Kota.

Saya tidak pernah sukses membuat vinyet, bahkan yang paling buruk sekalipun. Nampaknya mudah tetapi tidak. Vinyet adalah bentuk hiasan seni grafika dan arsitektur yang diambil dari bentuk tumbuhan merambat, atau lekuk daun, bunga dan lain-lain. Atau bisa juga goresan/potret kecil pada bidang tepi sekeliling halaman buku. Pernah melihat anak-anak sekolah -atau bahkan temanmu- menggunakan halaman bukunya untuk membuat coretan-coretan serupa lengkung meliuk atau bulatan-bulatan unik di sisinya? Nah itu juga bagian dari vinyet.

Menurut saya, vinyet adalah goresan suara yang terpendam, yang disimbolkan lewat bulatan, lekuk, lengkung, dan garis. Sulit memahami makna gambar vinyet bagi yang belum terbiasa melihat dan membaca vinyet. Seperti lukisan abstrak tetapi didominasi oleh bentuk bulat, lengkung lekuk, dan garis.

Vinyet pada masa itu kebanyakan adalah paduan hitam dan putih. Kemudian belakangan saya melihat beberapa vinyet yang berwarna, dan itu cantik sekali seperti melihat karya batik.

Di tengah menderasnya gambar-gambar masa kini yang banyak dipengaruhi oleh komik dan manga, akhirnya vignette menjadi hilang. Saya pernah bertanya kepada keponakan saya yang kemudian melongo mendengar kata vinyet.

Vinyet mungkin telah tenggelam, tetapi saya yakin ia tidak hilang sama sekali. Tinggal kita membangktkannya lagi, maka euforianya akan hadir. seperti juga tren, dia akan berputar. Sekali waktu vinyet akan muncul, mungkin dengan nama yang berbeda.

Kerinduan saya akan vignette akhirnya memberi ide untuk membuat Ajang Vinyet#EnF#03 di group Fesbuk Erin n Friends. Di sana saya menuliskan; Buatlah vinyet menurut versi masing-masing, di selembar kertas ukuran A4. Gambar vinyet boleh berwarna boleh hitam putih. Kemudian fotolah gambar itu dengan kualitas foto yang bagus, terang dan jelas (boleh pake kamera hape asal jelas), atau scan gambar itu lalu upload ke group. Share foto / gambar vinyet karyamu itu ke wall group ini dengan menuliskan: Ajang Vinyet#EnF#03 Postingan terakhir adalah 1 Mei 2013, pk. 23.55 Peserta boleh mengirimkan beberapa gambar vinyet asal ditulis Gambar 1, gambar 2 dst. Pengumuman pemenang 5 Mei 2013.

Alhamdulillah, tak disangka pesertanya lumayan banyak. Walau banyak yang juga bertanya, apakah vinyet itu..... Ini menunjukkan bahwa vinyet masih ada. Lumayan banyak untuk kebutuhan group kecil dan masa di mana vinyet nyaris punah. Ada sekitar 32 gambar vinyet yang telah masuk dan terupload di group. Senang sekali saya bisa menikmati gambar-gambar yang pada jaman kejayaannya telah menjadi favorit saya. Semoga ajang ini bisa kembali menghidupkan vinyet lagi.


Dan inilah pemenang Ajang Vinyet#EnF#03:
1. Out of My Mind by September Rain



Lengkung yang banyak bercerita tentang apa yang ada di kepala tokoh. Bahwa pikiran bermula dari perasaan (hati), maka pelukis menggoreskan lekuk, lengkung dan atribut kruwel-kruwelnya dari mulai dada, leher hingga memuncak di otak bawah dan terus menjadi pusat pikiran. Memanjang dan berkembang sampai sudah tak tertampung lagi. Kejadian demi kejadian serta harapan, bergejolak hingga tak terbatas.


2. Spirit of the Southern Sea (Ruh Laut Selatan) by Wina Amora



Digambar dengan pensil tulis Faber Castle di atas kertas HVS 70gr. Full paper
Kecantikkan sang putri yang coba diuraikan Wina lewat lekuknya. Yang menarik bukan hanya sosok putrinya saja, tetapi ulir, lengkung dan bulatan di bawahnya. penuh gairah dan gelora. Sensualitas yang lembut dan abadi.


3. Faceyes [face+eyes] by Paulus Nugroho



Konon, sang penggambar sedang rindu dengan Bali. "Dibuat dengan 'bumbu' sedang kangen Bali... pakai style dekoratif, jadi pengen menyalin ke bentuk lukisan di atas kanvas, hehehe," katanya

Garis-garis yang dihasilkan memang sarat dengan warna Bali dan topeng ala Pulau Dewata itu begitu kuat dalam vinyet ini

Pemenang 1 dan 2, mendapatkan 1 mug cantik dan pulsa 50ribu
Sementara pemenang 3 mendapatkan souvenir gantungan kunci yang cantik.
Senang sekali akhirnya ajang ini selesai dengan baik dan menemukan lagi aura vignette yang sirna.*