Dari Rumah Menuju Mimpi

Akhirnya,
Aku harus membuka blog baru setelah akun blog-ku sebelumnya; http://renierina.blogspot.com atau Bunda's Dream terkunci dan tak bisa kubuka lagi. Aku mungkin gaptek, tapi aku tahu, aku tak suka pada hal-hal ribet karena itu membuatku sakit kepala. Setelah 2 minggu kutak-katik dan bongkar ini-itu, pada batas akhir, aku harus merelakannya. Bunda's Dream kini hanya bisa dinikmati saja tanpa bisa aku masuki lagi untuk update tulisan-tulisan baru.
Akun blog-ku yang baru ini, kunamai tak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.
Impian (bagian dari nama blog lamaku) tak berbeda dengan Rumah (baian dari nama blog baru ini). Karena menurutku impian memang terlahir dari rumah, darimana kita dilahirkan dan dibesarkan. Kasih dan didikan orangtua, juga keluarga, sejak kita kecil, adalah yang tertanam sampai kita besar. Mereka (lingkungan keluarga) yang membantu kita merajut mimpi.

Baiklah, mungkin benar, ketika kita tengah berjalan di taman, atau saat minum kopi bersama teman, tiba-tiba tercetus suatu gagasan/ide "Aha, gue mau jadi designer kayak temen gue ini!" Tetapi, setelah usai berjalan di taman, setelah usai minum kopi, bukankah kita kembali ke rumah, dan menata cetusan keinginan di taman atau di tempat minum kopi tadi. Lalu kita mencatatnya dalam buku harian, atau dalam doa-doa malam; "Aku ingin jadi designer, harus! Mulai besok aku akan banyak berlatih mendesain, dan masuk kursus menjahit."

Setelah itu, tentu kita lapor pada orangtua atau anggota keluarga "Ma, Pa, Nyak, Babe, Om, Tante, aku mau jadi designer. Aku harus bagaimana? Sanggup menyekolahkanku ke sekolah desain?" atau "Ma, Pa, Nyak, Babe, Om, Tante, menurut kalian aku cocok gak sih jadi designer? Gak cocok? Apaaaa?"

Begitulah, semua terlahir dari rumah. 'Rumah'. Tempat kita tinggal. Tempat kita besar dan membentuk diri. 'Rumah'.
Selamat menikmati tulisan-tulisan dalam blog-ku ini. Mungkin tak sesering orang lain, namun aku harus dan berusaha mengisinya setiap ada waktuku untuk menyentuhnya.