Hati-hati! Air Putih Juga Bisa Basi

"Mama, apakah ini sudah basi?" tanya Kirani, sambil menunjukkan botol minumannya yang ia temukan dalam tasnya yang lain. Saya tidak tahu persis sudah berapa lama botol minuman itu berada di sana. 


www.erinpost.net


Saya sering mengingatkan Kirani agar segera menghabiskan makanan atau minuman bekal makan siangnya. Selain karena mudah basi, juga akan sangat mubajir. Namun, yang ia tanyakan adalah air putih dalam botol minumannya. Apakah air putih juga bisa basi? 

Yang saya pahami bahwa setiap makanan dan minuman olahan akan mudah basi. Sementara makanan dan minuman dalam kemasan ditandai dengan tanggal kadaluarsa. Lalu bagaimana dengan air putih? 

Seperti halnya makanan, basi juga bisa terjadi pada air putih. Terutama air putih yang didiamkan dalam jangka waktu yang lama. "Nyaris kita tidak menyadari hal tersebut, apalagi warna, rasa, dan baunya tidak berubah," ujar sahabat saya, Dokter Putri Syam, saat kami janji bertemu untuk ngopi sore. Dia tahu bahwa pertanyaan saya ada kaitannya dengan bahan tulisan saya untuk blog, maka dengan segera ia mengingatkan, "Gak usahlah kau preteli indentitasku ini. Aku dokter baru lulus. Setidaknya aku hanya bisa memberi saran. Ada banyak info tentang air putih di internet. Cari yang valid," katanya membuat saya langsung manyun. 


Air Putih Kemasan Juga Memiliki Tanggal Kadaluarsa
Makanan atau minuman kemasan selalu memiliki tanggal kedaluwarsa. Kita bisa melihatnya tertera dalam kemasan. Untuk air putih kemasan, tanggal kadaluarsa tercantum dalam dus dan juga pada bagian leher botol, seperti gambar. Untuk air putih kemasan gelas, kebanyakan tercantum dalam dus packingnya tetapi juga ada yang tercantum pada bagian bawah gelas. 



Menurut Dokter Putri, tanggal kedaluwarsa yang ada pada botol air putih, tidak terlalu memengaruhi kualitas air. Apabila tanggal kedaluwarsa sudah lewat, kualitas air mungkin masih cukup baik dan dapat diminum. Namun, hal ini juga dipengaruhi dari cara penyimpanannya.

"Kalau botol sering terpapar sinar matahari langsung, maka air minum semakin berpotensi terkontaminasi zat-zat kimia yang berasal dari botol minuman tersebut." 

Lalu bagaimana dengan air putih dalam gelas?

"Sebaiknya ketika kita menuangkan air putih ke dalam gelas, segeralah minum. Misalkan kita meninggalkan air putih dalam gelas dan tertutup, bisa bertahan hingga satu - dua hari. Jangan berlama-lama," pesan Dokter Putri. 


Bisa Basi Walau Tidak Secepat Makanan atau Minuman yang Memiliki Rasa 
Kualitas air putih tergantung dengan bagaimana dan di mana kita menyimpan air putih tersebut. Air putih tidak akan basi secepat makanan atau minuman yang memiliki rasa. Namun penting untuk menjaganya kualitasnya untuk mencegah kontaminasi dari luar.

Air putih bisa disebut basi jika dalam proses penyimpanannya kandungan air menjadi berbahaya bagi kesehatan. Untuk air putih yang kita rebus sendiri yang harus kita perhatikan adalah bahan wadah air saat perebusan. Air yang direbus sudah mengandung bantalan nitrogen. Bantalan nitrogen yang terkandung dalam air ini akan terurai menjadi nitrit jika didiamkan dalam waktu yang lama. Semakin lama didiamkan tentu kandungan nitritnya akan semakin bertambah. 

Hal tersebut juga bisa diperparah dengan tercampurnya kandungan lain dari wadah yang digunakan sebagai penyimpanan air. Misalnya air disimpan di wadah alumunium, maka bahan tambahan berupa alumunium pun akan ikut tercampur ke dalam air. Atau bisa juga wadah yang digunakan berupa plastik yang tidak direkomendasikan, juga akan berbahaya. Pasalnya, kandungan plastik yang terkena suhu panas, baik panas dari air maupun matahari, akan meleleh dan bercampur dengan air.

"Sebaiknya hindari menyimpan air putih dengan wadah yang terbuka dalam waktu yang lama. Gelas atau wadah harus selalu tertutup rapat, dan sebisa mungkin segera di minum. Gelas atau wadah yang terbuka bisa sangat cepat terkena bakteri lewat udara. Selain itu, lebih baik jangan menyimpan botol minum di tempat yang bisa langsung terkena sinar matahari," tutupnya.*



Comments